
Tenggarong— Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mengintensifkan Program Bintang Pengabdian untuk mendukung pelajar yang akan menghadapi seleksi sekolah kedinasan tahun 2026. Program ini merupakan kelanjutan dari pembinaan sepanjang 2025 yang dinilai cukup memberikan hasil positif.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan bahwa evaluasi dari kegiatan sebelumnya menjadi dasar penting dalam memperbaiki pola pembinaan. Setiap angkatan memberikan pelajaran baru mengenai apa saja yang perlu diperkuat.
“PKN STAN ini kelanjutan dari persiapan kita. Evaluasi 2025 juga jadi dasar perbaikan,” tuturnya.
Tahun ini, Dispora melatih peserta untuk dua sekolah kedinasan sekaligus, yaitu PKN STAN dan STTD. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena memperluas peluang para peserta untuk lolos. Skema pembinaan ganda tersebut juga akan terus digunakan untuk tahun 2026.
“Tahun ini beda karena kita latih dua sekolah kedinasan sekaligus. Kegiatan kemarin juga bagian dari persiapan tahun depan,” tambah Aji.
Sebagai langkah awal, Dispora Kukar telah menyiapkan agenda sosialisasi dari masing-masing sekolah kedinasan. STTD akan melakukan sosialisasi pada November, sedangkan PKN STAN dijadwalkan pada April 2026, bertepatan dengan periode pendaftaran.
“Kita evaluasi yang sudah berjalan, sambil siapkan program 2026. Semua sosialisasi sudah kita rancang,” katanya.
Program Bintang Pengabdian menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah untuk membantu pelajar yang ingin masuk sekolah kedinasan. Selain pendampingan materi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai strategi menghadapi seleksi yang cukup kompetitif.
Dispora Kukar menargetkan semakin banyak pelajar asal daerah yang mampu lolos ke berbagai sekolah kedinasan nasional. Dengan begitu, mereka dapat kembali dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Kutai Kartanegara di masa mendatang.