Implementasi Kurikulum Merdeka Butuh Sinergi Semua Pihak

waktu baca 2 menit
Minggu, 26 Nov 2023 17:18 0 34 AdminWeb

Samarinda – Pendidikan di Indonesia telah mengalami perubahan penting dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Salah satu aspek penting dari kurikulum ini adalah penguatan karakter peserta didik melalui pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran berbasis proyek mendorong siswa untuk memecahkan masalah dunia nyata, berkolaborasi dengan teman-teman mereka, dan mengasah kemampuan berpikir kritis serta kreativitas.

Implementasi Kurikulum Merdeka membutuhkan dukungan dan partisipasi semua pihak. Guru, sebagai agen utama dalam pendidikan, memainkan peran yang sangat vital. Guru perlu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada peserta didik dan meningkatkan kualitas dan kapasitas mereka untuk menghadapi perubahan tersebut. Selain guru, partisipasi orang tua dan masyarakat juga penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Muhammad Kurniawan mengatakan, Kurikulum Merdeka merupakan sebuah metode pembelajaran yang yang mengoptimalkan peserta didik mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

“Pembelajaran berbasis proyek telah menjadi inti dari upaya penguatan karakter siswa ini. Melalui proyek-proyek yang relevan, siswa diajak untuk memecahkan masalah dunia nyata, berkolaborasi dengan teman-teman mereka, dan mengasah kemampuan berpikir kritis serta kreativitas,” jelasnya.

Namun, keberhasilan implementasi kurikulum ini tidak dapat tercapai tanpa dukungan dan partisipasi dari semua pihak. termasuk guru, sebagai aktor utama dalam pendidikan, memiliki peran yang sangat penting.

“Mereka harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada peserta didik, terutama dalam konteks interaksi mereka di masyarakat dan teknologi digital,” ujarnya

Selain guru, partisipasi dari orang tua dan masyarakat juga sangat penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.

“Mereka dapat mendukung perkembangan karakter siswa di luar lingkungan sekolah, memastikan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya (Disdikbud/Adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA