DPRD Samarinda Dorong Penanganan Anak Jalanan dengan Pendekatan Komprehensif dan Anggaran Memadai

waktu baca 2 menit
Kamis, 3 Jul 2025 15:21 0 210 Harian Republik

SAMARINDA – Fenomena anak jalanan di Samarinda kembali menjadi perhatian serius. Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronie, menilai bahwa selama ini penanganan terhadap anak jalanan belum berjalan efektif karena kurangnya pendekatan menyeluruh dan minimnya alokasi anggaran khusus.

“Kalau kita bicara soal penanganan di rumah singgah, itu kan harus benar-benar efektif. Artinya, kita harus membicarakan soal tempat, ketersediaan anggaran, makanannya, petugasnya, dan segala macamnya. Semua itu harus dianggarkan,” tegas Novan saat diwawancarai, Kamis (3/7/2025).

Novan mengingatkan bahwa tanpa hasil yang nyata, program penanganan anak jalanan justru berpotensi menjadi pemborosan dana. Evaluasi menyeluruh terhadap program yang berjalan sangat diperlukan agar tidak hanya menjadi formalitas belaka.

“Kadang, kalau program itu tidak memberikan manfaat yang signifikan, ya akhirnya jadi sia-sia. Potensi mereka untuk kembali ke jalan itu tetap besar. Nah, itu jadi pemborosan anggaran juga. Sayang kan? Jadi kalau memang tidak ada dampaknya, lebih baik hentikan saja sekalian,” ujarnya.

Sebagai langkah solusi, Novan mengajak pemerintah untuk menggali akar permasalahan dan menerapkan pendekatan yang tepat, mengingat kompleksitas kondisi anak jalanan.

“Karena kita juga orang lapangan ya, yang benar itu cari akar masalahnya dulu. Anak-anak ini kan juga orang jalanan, jadi pendekatannya tidak bisa sembarangan,” jelasnya.

Selain itu, Novan menegaskan pentingnya penegakan hukum apabila ditemukan kasus eksploitasi anak oleh orang tua atau pihak lain.

“Kalau anak-anak ini dimanfaatkan oleh orang tua mereka, itu kan termasuk eksploitasi anak. Nah, itu sudah jelas pidana. Undang-undangnya ada,” tambahnya.

Ia juga menyoroti peran aktif kepolisian sebagai mitra strategis dalam penanganan masalah ini, mengingat isu anak jalanan melibatkan banyak sektor.

“Kepolisian itu mitra kita juga. Kita bisa minta mereka ambil langkah hukum. Kita harus sampaikan bahwa penanganan anak jalanan ini memang butuh perhatian khusus,” tegas Novan.

Menurutnya, pemerintah kerap lamban merespons karena belum muncul kasus besar yang memicu tindakan cepat. Namun, Novan mengingatkan agar jangan menunggu insiden serius baru bertindak.

“Biasanya karena belum ada kejadian yang besar. Tapi ya jangan sampai nunggu kejadian dulu, baru bertindak,” ucapnya.
Novan menutup pernyataannya dengan analogi yang menggambarkan masalah anak jalanan yang terus berulang.

“Ini ibarat pepatah, ‘mati satu, tumbuh seribu’. Selesai satu kasus, muncul lagi yang baru. Jadi memang butuh penanganan serius dan menyeluruh,” pungkasnya.

(ADV/DPRDSmd/Huda)

LAINNYA