Viktor Yuan, Anggota Komisi II DPRD Kota SamarindaSamarinda – Anggota Komisi II DPRD Samarinda mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera bertindak nyata dalam merealisasikan rencana penguatan infrastruktur di Desa Budaya Pampang. Desakan ini muncul setelah evaluasi menunjukkan kondisi infrastruktur di kawasan tersebut sudah tak lagi memadai dan relevan.
Viktor Yuan, anggota Komisi II DPRD Samarinda, menekankan urgensi perbaikan infrastruktur di Pampang. Menurutnya, langkah ini krusial untuk menopang sektor pariwisata budaya yang terus menunjukkan geliat positif. Hal tersebut disampaikan saat wawancara(03/07/2025)
“Pampang adalah ikon budaya Samarinda. Jika kita ingin menjadikannya destinasi besar, perbaikan infrastruktur menjadi keharusan, tidak hanya jalan, tetapi juga fasilitas budaya lainnya,” ujar Viktor.
Ia menyoroti beberapa fasilitas di kawasan yang terkenal dengan seni pertunjukan Dayak Kenyah itu yang dinilai tak lagi layak. Viktor mendesak Pemkot untuk segera membenahi berbagai aspek, mulai dari bangunan adat, ornamen, hingga gedung pertunjukan, demi mempertahankan daya tarik wisatawan.
“Banyak bangunan dan ornamen yang memerlukan perbaikan. Bahkan bangunan utama, yaitu lamin, kini tak mampu lagi menampung jumlah pengunjung yang besar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Viktor mendorong pembangunan ruang tambahan untuk menunjang berbagai kegiatan seni dan budaya yang semakin diminati wisatawan. Keterbatasan kapasitas lamin seringkali mengurangi kenyamanan pengunjung saat menyaksikan pertunjukan adat.
“Perlu adanya lamin tambahan agar pementasan seni dapat berjalan lebih optimal dan pengunjung merasa lebih leluasa. Ini juga merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pelestarian budaya,” tegasnya.
Menurut Viktor, pengembangan infrastruktur di Pampang bukan sekadar urusan estetika, melainkan sebuah strategi ekonomi yang bertujuan memberdayakan masyarakat adat melalui pariwisata.
“Dengan ruang yang lebih representatif, kegiatan budaya dapat semakin semarak dan masyarakat adat pun akan merasakan manfaatnya. Ini adalah investasi jangka panjang bagi budaya dan ekonomi kita,” tutup Viktor. (ADV/DPRDSmd/Huda)