Libatkan Dana TJSL Perusahaan, Pemkab Kukar Matangkan Skema Pembiayaan Mandiri Operasional Bus Sekolah

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Okt 2026 23:03 0 0 Harian Republik

KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus mencari formulasi pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan dalam penyediaan fasilitas transportasi massal pelajar di berbagai wilayah kecamatan. Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disiasati melalui pelibatan partisipasi aktif sektor swasta lewat program tanggung jawab sosial.

Penyediaan armada bus pelajar di tingkat kecamatan disesuaikan secara ketat berdasarkan hasil analisis kebutuhan riil di lapangan, guna memastikan efektivitas jangkauan layanan angkutan gratis bagi anak sekolah.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menjelaskan bahwa tantangan utama dalam operasional bus sekolah bukan sekadar pengadaan unit kendaraan, melainkan keberlanjutan pembiayaan bahan bakar minyak dan perawatan rutin harian.

“Kita kembali lagi kalau konteksnya untuk pelayanan kepada masyarakat, itu kembali kepada kebutuhan, apakah sarana prasarana tersebut dibutuhkan di kecamatan kita atau tidak. Kalau seandainya dibutuhkan, otomatis itu akan kita implementasi,” jelas Bupati Aulia.

Untuk mengatasi beban pembiayaan bahan bakar tersebut, Pemkab Kukar telah membangun komunikasi intensif dengan forum komunikasi perusahaan melalui skema Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Sejumlah korporasi swasta yang beroperasi di sekitar wilayah kecamatan menyatakan kesiapannya untuk menanggung biaya operasional bus pelajar.

Sinergi pentahelix antara pemerintah daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, dan dunia usaha ini dinilai menjadi solusi jitu agar program pelayanan dasar pendidikan dapat berjalan tanpa membebani fiskal daerah secara berlebihan.

“Untuk analisis kebutuhannya ada di OPD kita. Memang kalau untuk bus, sekarang salah satu isunya adalah terkait pemenuhan bahan bakar kendaraannya. Kemarin kita sudah diskusi dengan Forum TJSL, kemungkinan pembiayaan untuk bahan bakarnya akan ditanggung oleh teman-teman di TJSL,” bebernya.

Dengan dukungan nyata dari pihak korporasi melalui alokasi CSR tersebut, pemkab optimis layanan bus sekolah dapat diperluas ke lebih banyak kecamatan guna menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan siswa menuju sekolah.(adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA