
Tenggarong – Membludaknya ajang mancing dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa olahraga rekreasi semakin digemari masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar). Ketua Kormi Kukar, Lukman, mengaku kewalahan menerima undangan dari berbagai komunitas yang menggelar kegiatan hampir setiap akhir pekan.
“Sering sekali ada yang bilang, ‘Pak, kami ada lomba mancing, mohon hadir.’ Sabtu dan Minggu sering penuh. Ini menunjukkan perkembangan yang luar biasa,” ujar Lukman.
Ia menilai olahraga masyarakat kini tidak hanya sekadar aktivitas santai. Kegiatan yang bermula dari hobi bisa berkembang menjadi budaya, bahkan melahirkan cabang dan organisasi resmi.
Lukman mencontohkan APRI, yang awalnya hanya komunitas mancing, kini berkembang menjadi wadah formal dengan struktur organisasi dan program pembinaan.
Pertumbuhan pesat ini menuntut tata kelola lebih serius, mulai dari pendataan atlet hingga pengelolaan komunitas. Tanpa manajemen yang rapi, potensi olahraga rekreasi sulit berkembang optimal.
“Tidak bisa lagi hanya kegiatan biasa. Kalau ditanya atletnya berapa, ya harus ada datanya,” tegas Lukman.
Kormi Kukar mendorong semua komunitas olahraga rekreasi membangun manajemen yang tertata dan terarah agar aktivitas mereka lebih profesional.
Meski demikian, semangat kebersamaan tetap menjadi ruh utama. Kegiatan olahraga masyarakat harus tetap menyenangkan dan mampu menyatukan warga di berbagai usia.
Pendataan dan pembinaan yang lebih sistematis juga membuka peluang bagi atlet untuk mengikuti kompetisi resmi maupun turnamen berskala kabupaten hingga provinsi.
Dengan pendekatan ini, Kormi Kukar optimistis olahraga rekreasi di Kukar akan terus berkembang, membentuk budaya sehat, dan menciptakan ekosistem yang mendukung prestasi sekaligus kreativitas masyarakat.