SDA Kutim: Butuh Kolaborasi untuk Turunkan Emisi 

waktu baca 2 menit
Kamis, 24 Okt 2024 19:29 0 249 Redaksi Kutim

SANGKULIRANG – Menurunkan emisi tidak bisa dilakukan oleh sebagian pihak. Butuh kolaborasi nyata dari berbagai pihak agar program pelestarian alam berjalan optimal. Hal ini disampaikan Ika Luciana, mewakili Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), saat mengisi sosialisasi Program Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF) di Gedung Serba Guna Kantor Camat Sangkulirang.

Program FCPF-CF, yang didukung Bank Dunia, bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca. Menurut Ika, program FCPF-CF merupakan langkah konkret yang berdampak positif, baik dari segi ekonomi maupun kelestarian lingkungan.

“Kami harap sosialisasi ini memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan sehingga program ini bisa berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Ika seraya menyebut keberhasilan program FCPF-CF tidak hanya penting bagi Kabupaten Kutim, tapi juga untuk Indonesia dalam mencapai target nasional pengurangan emisi karbon.

Selain dihadiri SDA Sekretariat Daerah Kabupaten Kutim, sosialisasi juga diikuti Sekretaris Camat Sangkulirang, Cipto Bintoro, serta jajaran Forkopimcam lainnya. Dalam sambutannya, Cipto Bintoro berharap program FCPF-CF dapat mendorong masyarakat aktif menjaga kelestarian hutan sekaligus berperan dalam mitigasi perubahan iklim. Menurut Bintoro, program ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui skema kompensasi dari Bank Dunia.

“Program ini bukan hanya tentang melindungi hutan, tapi juga memberi peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar hutan. Dengan adanya insentif dari penurunan emisi, masyarakat diharapkan bisa termotivasi untuk terus melindungi lingkungan mereka,” ujar Cipto.

Untuk menyukseskan program FCPF-CF, SDA Sekretariat Daerah Kabupaten Kutim menggandeng 13 desa di Kecamatan Sangkulirang, yaitu Desa Benua Baru, Desa Benua Baru Ulu, Desa Kerayaan, Desa Kolek, Desa Maloy, Desa Mandu Dalam, Desa Mandu Pantai Sejahtera, Desa Pelawan, Desa Peridan, Desa Saka, Desa Sempayau, Desa Tanjung Manis, dan Desa Tepian Terap. Melalui program ini, mereka akan memperoleh beragam manfaat, di antaranya kompensasi berbasis hasil penurunan emisi, dukungan dalam bentuk kegiatan konservasi lingkungan, serta peningkatan kapasitas masyarakat yang mendukung kesejahteraan. (*)

LAINNYA