
Tenggarong— Semangat pemuda Kutai Kartanegara (Kukar) untuk berkecimpung di dunia usaha terus meningkat. Hal ini terlihat dari tingginya jumlah peserta Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) yang digelar Dispora Kukar. Sejak 2020 hingga 2025, lebih dari 2.000 peserta telah mengikuti program tersebut.
Kabid Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, menyampaikan bahwa antusiasme peserta menjadi kunci keberhasilan WPM. Pada 2025, program ini kembali mencapai target penuh dengan seluruh rangkaian pelatihan terselenggara tanpa kendala.
“Tahun ini kami kembali mencapai capaian 100 persen. Peserta juga sangat antusias mengikuti seluruh prosesnya,” ujar Dery, menegaskan keberhasilan program.
WPM 2025 diikuti oleh 250 peserta. Pelatihan berfokus pada pengembangan usaha, pemasaran digital, serta materi tematik sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, Dispora juga menggelar sesi berbagi pengalaman bisnis di berbagai kecamatan.
Mayoritas peserta berasal dari sektor kuliner, mencapai sekitar 50 persen, sementara sisanya bergerak di bidang kriya dan industri kreatif lainnya. Tren ini menunjukkan bahwa generasi muda semakin tertarik membangun usaha sendiri.
Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat mental kewirausahaan peserta. “Kami ingin anak-anak muda Kukar tidak hanya mencari pekerjaan, tapi juga mampu membuka lapangan kerja,” tegasnya.
Klinik WPM turut menjadi ruang untuk membangun jejaring antarpemuda pelaku usaha. Peserta dapat berbagi pengalaman, strategi, hingga peluang kolaborasi yang berpotensi memperkuat ekosistem usaha lokal.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Dispora Kukar dalam menyiapkan generasi muda yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.
Dery berharap keberhasilan ini semakin mendorong pemuda untuk berani memulai usaha dan menghadirkan inovasi baru di berbagai sektor ekonomi.
Dengan dukungan pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan, WPM diharapkan terus menjadi sarana bagi pemuda Kukar untuk mengembangkan potensi kewirausahaan secara nyata.