Wamen ESDM Resmikan Pabrik ARC di Balikpapan, Dorong Hilirisasi Sawit dan Ekonomi Kaltim

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Nov 2025 16:29 0 171 Harian Republik

Balikpapan – Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, meresmikan pabrik pengolahan minyak sawit PT AGPA Refinery Complex (ARC) di Kawasan Industri Kariangau, Rabu (19/11/2025).

Fasilitas milik investor Korea Selatan ini digadang menjadi motor penguatan hilirisasi sawit dan rantai pasok industri di Kalimantan Timur.

Wamen ESDM, Yuliot Tanjung, bersama jajaran manajemen Posco International, GS Caltex, Wakil Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, serta Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, meresmikan pabrik pengolahan minyak sawit PT AGPA Refinery Complex (ARC) di Balikpapan Km 13.

ARC merupakan fasilitas pengolahan turunan sawit yang dikembangkan investor Korea Selatan. Dengan kapasitas produksi mencapai 500 ribu ton per tahun, keberadaan pabrik ini diproyeksikan memperkuat hilirisasi industri kelapa sawit di Kalimantan Timur, sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Wamen Yuliot mengapresiasi penerapan teknologi pengolahan yang dinilai efisien, modern, dan ramah lingkungan. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan dan keselamatan kerja menjadi indikator penting dalam pembangunan industri pengolahan masa depan.

“Dengan kapasitas produksi hingga 500 ribu ton per tahun, kami berharap ARC mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi hilirisasi sawit nasional dan memperkuat rantai pasok industri,” ujar Yuliot.

Ia menambahkan bahwa keberadaan industri tidak hanya diukur dari beroperasinya fasilitas, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

“Industri yang tumbuh itu penting, tetapi industri yang tumbuh bersama masyarakat jauh lebih bermakna,” ujarnya.

Memperkuat Posisi Indonesia di Industri Sawit Dunia

Presiden Direktur Posco International, Kye In Lee, menyebut peresmian ARC sebagai tonggak penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia. Melalui fasilitas pemurnian dan pengolahan berstandar tinggi, ARC dinilai akan menciptakan rantai nilai yang lebih panjang bagi industri sawit nasional.

“Proyek ini melanjutkan kerjasama jangka panjang kami dengan Indonesia, termasuk pengembangan perkebunan sawit di Papua,” jelasnya.

Sementara itu, President & CEO GS Caltex, Saehong Hur, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan daerah yang memungkinkan proses pembangunan berjalan lancar. Ia menegaskan bahwa ARC menjadi bagian dari strategi Green Transformation perusahaan, mencakup pengembangan teknologi energi bersih seperti hidrogen, CCUS, biomassa, dan daur ulang plastik.

“Kami berharap fasilitas ini memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja di Kalimantan Timur,” ujarnya. ***

 

LAINNYA