Sri Puji Astuti : Kritik Rendahnya Minat Baca Samarinda, Dorong Anggaran dan Perda Literasi Lebih Kuat

waktu baca 2 menit
Jumat, 1 Agu 2025 13:05 0 163 Harian Republik

Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. menyoroti rendahnya minat baca di kota itu. Ia menilai bahwa literasi belum mendapatkan perhatian serius dalam agenda pembangunan sumber daya manusia daerah.

“Literasi bukan sekadar soal buku atau perpustakaan, tapi soal membentuk pola pikir. Pemerintah harus hadir dan memberi teladan langsung,” ujar Puji kepada awak media, Jumat (1/8/2025).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Samarinda, Indeks Tingkat Gemar Membaca (TGM) warga hanya naik tipis, dari 69,46 poin pada 2023 menjadi 71,04 poin di tahun 2025. Meskipun ada tren positif, Puji menganggap peningkatan ini belum cukup untuk membangun ekosistem literasi yang kuat.

Puji mengkritik tidak adanya regulasi yang jelas untuk memperkuat peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip), dalam mengembangkan budaya literasi.

“Kalau tidak ada aturan yang mengikat, OPD bergerak tanpa arah. Perlu keberanian dari pemkot untuk mulai dari regulasi,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti alokasi anggaran yang minim untuk program literasi. Menurutnya, meskipun beberapa program telah berjalan, pelaksanaannya sering terhambat oleh keterbatasan dana, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional.

“Literasi tidak bisa hanya bergantung pada semangat individu. Negara harus hadir lewat kebijakan dan anggaran,” tambahnya.

Meskipun begitu, Puji mengingatkan bahwa tugas mengembangkan budaya baca tidak hanya berada di tangan pemerintah. Masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga komunitas, memiliki peran krusial dalam menumbuhkan literasi.

“Kalau generasi muda jauh dari buku, jangan harap mereka siap menghadapi tantangan global. Literasi adalah dasar membangun kecerdasan bangsa,” pungkasnya. (ADV/DPRDSmd/anh)

LAINNYA