Samri Shaputra Nilai Parkir Berlangganan Efektif Atasi Kebocoran PAD dan Parkir Liar

waktu baca 2 menit
Selasa, 5 Agu 2025 19:07 0 142 Harian Republik

Samarinda – Samri Shaputra, Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, menyatakan bahwa rencana Pemerintah Kota Samarinda untuk menerapkan sistem parkir berlangganan adalah langkah yang tepat. Menurutnya, skema ini akan secara efektif meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menekan kebocoran setoran yang sering terjadi.

“Jadi gini sebenarnya ya benar kalau untuk meningkatkan PAD ini efektif, karena ini akan mengurangi kebocoran,” ujar Samri di Kantor DPRD Samarinda, Selasa (5/8/2025).

Ia menjelaskan, PAD dari sektor parkir selama ini tidak pernah mencapai target karena maraknya kebocoran setoran. Dengan sistem pembayaran di muka, pengawasan akan menjadi lebih ketat, dan peluang munculnya parkir liar bisa diminimalisir.

“Selama ini kan permasalahan kita di parkir itu tidak mencapai target, setoran PAD kita terlalu banyak kebocoran, dengan skema ini kebocoran itu akan minim, karena sudah bayar di muka dan sehingga ini bisa meminimalisir terkait parkir liar,” jelasnya.

Samri menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada keseriusan semua pihak, terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk mengawal implementasinya di lapangan.

“Semua memang harus serius, nggak bisa kita ini hanya menghimbau apa segala macam, penegak hukum terutama yang punya OPD terkait, ya betul-betul serius turun ke lapangan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penanganan parkir liar tidak bisa hanya mengandalkan imbauan, tetapi harus diikuti dengan tindakan yang tegas dan konsisten.

“Nggak bisa kalau hanya sekadar diimbau,” katanya.

Selain itu, Samri menyoroti aspek sosial-ekonomi yang membuat keberadaan jukir liar sulit diberantas. Banyak dari mereka mengandalkan pekerjaan tersebut untuk bertahan hidup.

“Ini yang juru parkir-juru parkir liar ini mereka kan sudah bicara masalah makan, orang kalau sudah masalah makan apapun dia akan melakukan,” ucapnya.

Menurut Samri, ketika masalah perut menjadi pemicu, risiko tindakan kriminal juga meningkat.

“Jangan kan ada juru parkir liar, mencuri pun dia lakukan, membunuh bisa dia lakukan, termasuk kayak begal itu, apa motivasinya begal itu melakukan kan itu kan urusan perut itu. Kan begitu,” pungkasnya.(ADV/DPRDSmd/anh)

LAINNYA