
SANGATTA – Penurunan produksi batu bara pada 2025 menjadi salah satu faktor yang menekan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kondisi tersebut menunjukkan besarnya pengaruh sektor pertambangan terhadap perekonomian daerah yang hingga kini masih bergantung pada komoditas batu bara dan hasil penggalian lainnya.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menjelaskan, pengurangan produksi pada sektor pertambangan berdampak terhadap laju pertumbuhan ekonomi daerah. Situasi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah dominasi industri ekstraktif.
“Ya karena itu tadi, karena dominasinya ada pada pertambangan dan batubara yang pada tahun 2025 itu mendapatkan pengurangan produksi. Ya, sehingga karena pengurangan produksi, maka itu juga akan menggerus pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Ardiansyah.
Ia menyebut, pemerintah pusat telah mengembalikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara ke kondisi normal. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan aktivitas produksi dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kutim pada 2027.
Meski demikian, ketergantungan terhadap sektor pertambangan menjadi perhatian dalam upaya menjaga keberlanjutan ekonomi daerah. Perubahan volume produksi batu bara dapat memengaruhi kinerja ekonomi secara keseluruhan, sehingga pengembangan sektor alternatif diperlukan untuk memperluas sumber pertumbuhan.
Pemkab Kutim pun mendorong penguatan sektor nonpertambangan, antara lain industri kreatif, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah daerah juga kembali menggulirkan program permodalan bagi UMKM pada 2026 untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Kutim berharap pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada aktivitas pertambangan. Penguatan berbagai sektor usaha diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru, memperluas pemerataan kesejahteraan, serta meningkatkan ketahanan ekonomi daerah menghadapi perubahan produksi komoditas.(ADV)
Tidak ada komentar