Mahyunadi Soroti Potensi Dana PPM PT GAM Capai Rp14 Miliar per Tahun

waktu baca 2 menit
Minggu, 11 Okt 2026 23:31 0 3 Harian Republik

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menyoroti potensi dana Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dapat mencapai Rp14 miliar per tahun apabila dihitung menggunakan acuan Rp1.000 per metrik ton dari produksi batu bara sebesar 14 juta ton.

Hal tersebut disampaikan Mahyunadi dalam kegiatan konsultasi publik pembaruan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) PT Ganda Alam Makmur (GAM). Ia menilai, potensi dana tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat apabila dikelola secara tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.

Mahyunadi menjelaskan, berdasarkan hasil konsultasinya dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), angka Rp1.000 per metrik ton menjadi acuan yang diperolehnya dalam pembahasan mengenai pendanaan program pemberdayaan masyarakat perusahaan tambang.

“Kalau 14 juta saja berarti 14 miliar PPM PT Kaltim. Pasti sangat bermanfaat bagi masyarakat, sangat-sangat bermanfaat kalau itu tepat sasaran,” ujarnya.

Menurut Mahyunadi, besarnya dana yang dikeluarkan perusahaan tidak otomatis menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah perlu memastikan anggaran tersebut benar-benar direalisasikan sesuai peruntukan dan memberikan dampak nyata bagi warga di sekitar wilayah operasional pertambangan.

Ia juga mendorong agar pemanfaatan dana PPM diarahkan pada program produktif, seperti pelatihan keterampilan tenaga kerja lokal, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan akses permodalan dan pasar bagi pelaku usaha setempat.

Selain itu, keterlibatan pemerintah daerah diperlukan untuk mengawasi pelaksanaan program dan memastikan kegiatan perusahaan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Mahyunadi berharap pembaruan RIPPM PT GAM dapat memperkuat efektivitas pemanfaatan dana pemberdayaan sehingga manfaat kegiatan pertambangan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Kutim.(ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA