Pangkas Dalih Gap Kompetensi Perusahaan Migas, Bupati Kukar Gembleng Pemuda Muara Badak dan Marang Kayu

waktu baca 2 menit
Minggu, 11 Okt 2026 20:18 0 0 Harian Republik

KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah intervensi guna memutus kendala klasik penyerapan tenaga kerja lokal di sektor minyak dan gas bumi (migas). Pemkab menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi khusus bagi pemuda di kawasan ring 1 proyek migas Blok Eni.

Selama ini, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) dan perusahaan migas kerap menggunakan alasan ketimpangan kualifikasi (gap kompetensi) untuk menolak pekerja lokal. Akibatnya, posisi strategis di industri ekstraktif dominan diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah.

Wilayah Muara Badak dan Marang Kayu yang menjadi perlintasan pipa serta lokasi stasiun pengukuran gas diprioritaskan menjadi penerima manfaat utama. Pemkab Kukar menegaskan bahwa warga lokal tidak boleh hanya menerima dampak lingkungan tanpa mendapatkan porsi lapangan kerja yang layak.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah kini turun tangan secara langsung untuk membenahi standar keterampilan teknis para pencari kerja lokal agar sesuai dengan kualifikasi industri migas.

“Selama ini yang selalu terkeluhkan kepada kami bahwa K3S atau perusahaan-perusahaan kontrak kerja ini tidak mau me-hire putra-putri lokal karena adanya gap kompetensi. Hari ini kami sudah bekerja juga di ranah-ranah itu,” ujar Aulia Rahman Basri.

Pemkab Kukar mengintegrasikan program pelatihan vokasi dan sertifikasi profesi yang disesuaikan dengan kebutuhan teknis proyek K3S di Blok Eni. Langkah ini diambil bersamaan dengan tuntutan daerah untuk mendapatkan hak kelola energi melalui BUMD.

Dengan teratasinya persoalan kompetensi, tidak ada lagi alasan bagi perusahaan kontraktor migas untuk mengesampingkan potensi tenaga kerja dari kawasan terdekat operasional perusahaan.

“Harapan kami nantinya, putra-putri Muara Badak dan Marang Kayu itulah yang nanti akan bekerja di K3S-nya, di kontrak kerja migas ini. Selain mempersiapkan usahanya, kami mempersiapkan sumber dayanya,” pungkas Aulia.(adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA