
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mendorong pemerataan infrastruktur dasar hingga ke wilayah terpencil. Salah satu capaian yang disoroti menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim ialah tersedianya layanan listrik PLN selama 24 jam di 10 desa di Kecamatan Sangkulirang dan Batu Ampar.
Di Kecamatan Sangkulirang, layanan listrik 24 jam mulai beroperasi di enam desa pada Agustus 2026. Keenam desa tersebut meliputi Saka, Palawan, Tepian Terap, Mandu Dalam, Mandu Pantai Sejahtera, dan Peridan.
Pemerataan akses energi kemudian berlanjut di Kecamatan Batu Ampar. Pada 5 Oktober 2026, empat desa, yakni Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Himba Lestari, mulai menikmati layanan listrik sepanjang hari setelah menanti selama puluhan tahun.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa penyediaan listrik merupakan bagian penting dari pembangunan yang inklusif. Kehadiran energi listrik diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pedesaan.
“Bagi masyarakat desa, listrik bukan sekadar penerangan. Listrik berarti kesempatan bagi anak untuk belajar, bagi pelaku usaha untuk berkembang, serta terbukanya akses terhadap teknologi, informasi, dan pelayanan dasar,” ujar Ardiansyah saat menyampaikan sambutan Upacara HUT ke-27 Kutim di Sangatta, Senin (12/10/2026).
Penyediaan listrik 24 jam di wilayah tersebut diharapkan mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan masyarakat, dan pengembangan usaha lokal. Akses energi yang lebih memadai juga dapat membantu masyarakat memanfaatkan teknologi dalam kegiatan sehari-hari.
Sejalan dengan tema “Kutai Timur Berdaya, Tumbuh Bersama”, Pemkab Kutim berkomitmen melanjutkan pemerataan infrastruktur agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat hingga ke pelosok daerah.(ADV)
Tidak ada komentar