
KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan kesiapan sarana pemenuhan gizi masyarakat hingga ke pelosok daerah. Sebanyak 17 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kategori Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dipastikan bakal beroperasi secara penuh pada akhir tahun 2026 mendatang.
Sekretaris Kabupaten Kukar sekaligus Koordinator SPPG, H. Sunggono, mengungkapkan bahwa kehadiran SPPG di wilayah 3T tersebut merupakan komitmen dan strategi terintegrasi bersama pemerintah pusat untuk menjangkau kawasan yang memiliki aksesibilitas geografis yang sulit.
“Pengoperasian SPPG ini ditargetkan akhir 2026 ini,” ujar Sunggono.
Sunggono menjelaskan, sebaran 17 titik SPPG 3T tersebut dirancang menyasar wilayah pedalaman dan pesisir Kukar yang selama ini menghadapi tantangan geografis. Beberapa kawasan penerima program ini di antaranya mencakup Kecamatan Kota Bangun, Kenohan, Tabang, Muara Muntai, Anggana, Kembang Janggut, hingga Muara Kaman.
Secara akumulatif, Kutai Kartanegara kini mencatat sebanyak 70 titik SPPG, baik yang telah berjalan aktif maupun yang masih dalam tahap persiapan pengoperasian. Kendati demikian, Sunggono menegaskan bahwa pihak pemkab tidak akan melakukan penambahan kuota fisik bangunan SPPG baru di luar pemetaan yang telah disetujui.
“SPPG yang akan diresmikan atau telah dibangun ini telah dipastikan sesuai dengan syarat ketentuannya. Sehingga tak ada penambahan SPPG baru,” tegasnya.
Melalui standarisasi kelayakan dan pengawasan ketat pada unit pelayanan gizi yang ada, Pemkab Kukar berharap kehadiran SPPG dapat menjadi benteng utama dalam menjamin kualitas kesehatan serta tumbuh kembang generasi muda di wilayah terpencil secara berkelanjutan.
“Dirinya berharap, keberadaan SPPG ini bisa memberikan manfaat di tengah masyarakat, terlebih bagi anak-anak dan menjamin mutu dalam pemenuhan gizi,” pungkas Sunggono.(adv)
Tidak ada komentar