Jadi Agen Perlinsos Digital, Pemahaman Aplikasi Jadi Tantangan di Kutim

waktu baca 2 menit
Kamis, 1 Okt 2026 11:21 0 11 Harian Republik

SANGATTA — Penerapan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membutuhkan kesiapan agen di tingkat masyarakat. Selain mampu mengoperasikan gawai, agen dituntut memahami mekanisme aplikasi, terutama ketika membantu warga melakukan pembaruan data maupun menyampaikan sanggahan.

Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kutim, Ardyanto, mengatakan agen perlu memahami terlebih dahulu pertanyaan dan mekanisme yang tersedia dalam aplikasi. Hal tersebut penting agar agen dapat memberikan informasi yang tepat kepada warga ketika ditemukan data yang perlu dikoreksi.

“Menurut saya sanggah itu adalah agen harus memahami dulu apa yang akan menjadi pertanyaan di aplikasi,” kata Ardyanto.

Dalam proses sanggahan, warga juga perlu menyiapkan keterangan dan dokumen pendukung yang dapat menjelaskan kondisi sebenarnya. Agen nantinya membantu memahami bukti yang diperlukan serta memasukkan informasi sesuai kondisi faktual.

Tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah kesiapan jaringan. Sistem Perlinsos Digital digunakan secara luas sehingga kemungkinan terjadinya gangguan atau lambatnya akses perlu diantisipasi oleh para agen.

Ardyanto mengingatkan calon agen agar memahami tugas sebelum mulai membantu masyarakat. Pemahaman tersebut diperlukan karena agen akan menjadi salah satu penghubung antara warga dengan sistem digital.

“Perlu diketahui karena se-Indonesia Raya bisa nge-lag itu jaringan. Jadi harus bersabar jadi agen,” ujarnya.

Pemkab Kutim berencana memberikan sosialisasi dan pelatihan bagi agen yang telah didaftarkan melalui pemerintah desa. Pelatihan diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai penggunaan aplikasi, mekanisme pendaftaran, pembaruan data, hingga proses sanggahan.

Agen juga tidak harus berasal dari ketua RT. Sekretaris, bendahara, wakil RT, maupun warga lainnya dapat menjalankan peran tersebut selama memiliki kemampuan menggunakan gawai.

Dengan persiapan dan pelatihan yang memadai, agen diharapkan mampu membantu masyarakat mengikuti proses Perlinsos Digital sekaligus memahami prosedur ketika terjadi kendala dalam pendataan.(ADV)

LAINNYA