Festival Cenil Kota Bangun III Rayakan Harmoni Budaya Jawa dan Kutai

waktu baca 2 menit
Rabu, 30 Apr 2025 18:32 0 154 Harian Republik

Kukar – Festival Cenil kembali hadir meriah di Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat sebagai ajang yang bukan hanya menyuguhkan kuliner tradisional, tetapi juga merayakan harmoni budaya antara masyarakat Jawa dan Kutai.

Festival ini menjadi ruang pertemuan budaya yang tumbuh berdampingan dan saling menguatkan di tengah kehidupan masyarakat desa.

Digelar untuk keenam kalinya, Festival Cenil menampilkan ragam kuliner khas Nusantara, dengan cenil sebagai ikon utama.

Jajanan berwarna-warni berbahan dasar singkong ini menjadi simbol persatuan masyarakat yang hidup dalam keberagaman budaya.

Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme warga dalam menyelenggarakan festival tersebut.

Menurutnya, semangat gotong royong dan rasa memiliki yang tinggi menjadi kekuatan utama di balik suksesnya perhelatan budaya ini.

“Saya merasa bangga melihat kekompakan masyarakat Kota Bangun III dalam menyukseskan kegiatan budaya ini,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela festival pada Rabu (30/04/2025).

Desa Kota Bangun III dikenal sebagai desa transmigrasi yang mayoritas penduduknya berasal dari latar belakang budaya Jawa.

Meski demikian, masyarakat di sana tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal Kutai yang telah lebih dulu berkembang.

“Festival ini membuktikan bahwa budaya Jawa dan Kutai bisa berjalan beriringan, saling melengkapi, dan justru memperkaya kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Festival Cenil yang awalnya digagas secara swadaya oleh masyarakat desa kini telah naik kelas menjadi agenda tahunan berskala kabupaten.

Pemerintah daerah pun memberikan dukungan penuh agar kegiatan ini terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas.

Selain sebagai sarana pelestarian budaya, festival ini juga terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Banyak warga yang membuka lapak kuliner dan kerajinan, memanfaatkan momentum kunjungan wisatawan yang meningkat setiap tahunnya.

“Kami berharap ke depan, Kota Bangun III bisa dikenal lebih luas, tidak hanya lewat festivalnya, tetapi juga sebagai desa yang mandiri dan menjadi tolok ukur kemajuan ekonomi di Kecamatan Kota Bangun Darat,” pungkasnya. (Adv)

LAINNYA