Andi Satya Gelar PDD ke-2 di Samarinda Kota, Bahas Transparansi Perencanaan dan Penganggaran

waktu baca 2 menit
Jumat, 13 Mar 2026 20:29 0 32 Harian Republik

SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Dr. Andi Satya Adi Saputra, kembali melaksanakan kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-2 dengan mengusung tema “Transparansi Perencanaan dan Penganggaran dalam Pemerintahan yang Demokratis.”

Kegiatan ini digelar di kediaman Andi Satya, Jalan KH Abdurrasyid No. 3, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, dan dihadiri oleh mahasiswa serta masyarakat umum.

Dalam kegiatan tersebut, Andi Satya menekankan bahwa transparansi dalam proses perencanaan dan penganggaran merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang demokratis.

Menurutnya, masyarakat harus diberi ruang untuk mengetahui arah kebijakan pembangunan sekaligus ikut mengawasi penggunaan anggaran daerah.

Ia menyampaikan bahwa keterbukaan pemerintah bukan hanya soal penyampaian informasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab kepada masyarakat sebagai pemilik kepentingan atas jalannya pembangunan. Dengan adanya transparansi, publik dapat memahami prioritas program pemerintah serta memastikan anggaran digunakan secara tepat.

“Pemerintahan yang demokratis menuntut adanya keterbukaan, baik dalam perencanaan maupun penganggaran. Masyarakat harus tahu ke mana arah pembangunan dibawa dan untuk siapa anggaran digunakan,” ujarnya.

Menurut Andi Satya, partisipasi publik menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan pemerintahan yang sehat. Karena itu, masyarakat tidak boleh ditempatkan hanya sebagai penerima hasil pembangunan, tetapi juga harus dilibatkan dalam proses pengawasan dan pemberian masukan terhadap kebijakan publik.

Ia menilai, perencanaan dan penganggaran yang dilakukan secara terbuka akan memperkuat akuntabilitas pemerintah, sekaligus menutup ruang bagi potensi penyimpangan. Dengan sistem yang transparan, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga akan semakin tumbuh.

“Kalau masyarakat dilibatkan dan diberikan akses informasi yang jelas, maka pembangunan akan lebih tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat,” tegasnya.

Kegiatan PDD ke-2 ini juga menjadi sarana edukasi politik bagi mahasiswa dan masyarakat umum agar semakin memahami bahwa demokrasi tidak berhenti pada pelaksanaan pemilu, tetapi juga mencakup pengawasan terhadap jalannya pemerintahan sehari-hari.

Melalui forum tersebut, Andi Satya berharap kesadaran publik terhadap pentingnya transparansi semakin meningkat, sehingga masyarakat dapat berperan aktif dalam mengawal proses pembangunan daerah yang lebih terbuka, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

LAINNYA