
KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memanfaatkan hasil dividen atas penyertaan modal daerah di PT Bankaltimtara untuk membiayai subsidi bunga program Kredit Kukar Idaman Terbaik. Skema pembiayaan ini diterapkan agar penyediaan modal produktif bagi masyarakat tidak mengganggu struktur alokasi APBD murni.
Penggunaan bagi hasil BUMD perbankan tersebut diproyeksikan menjadi penyokong utama keberlanjutan program pinjaman modal tanpa bunga di Kukar.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa kesiapan dana awal peluncuran program ini telah ditopang oleh akumulasi dividen daerah yang tercatat pada tahun sebelumnya.
“Anggaran kita menggunakan dividen dari penyertaan modal kita di Bankaltimtara. Tahun ini kita siap kick-off program itu dengan persiapan anggaran sebesar Rp14 miliar dari dividen tahun 2025,” ujar Aulia Rahman Basri.
Ketersediaan alokasi pembiayaan tersebut dipastikan akan bertambah seiring dengan masuknya perolehan dividen daerah pada tahun berjalan.
“Nanti anggaran yang Rp14 miliar itu kita jumlahkan dengan anggaran yang tahun 2026 ini, kita dapat nanti dividen berapa. Nah, itu yang kita dorong sebagai pembiayaan kita untuk program ini,” jelas Aulia.
Melalui konsolidasi hasil penyertaan modal BUMD tersebut, eksekusi program pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan mandiri tanpa memotong alokasi belanja prioritas daerah lainnya.
“Jadi tidak membebani pembiayaan yang sudah ada di APBD sebelumnya. Kita mengoptimalkan dividen kita yang ada di Bankaltimtara,” pangkasnya.
Tidak ada komentar