
Tenggarong – Seleksi Pramuka Garuda di Kutai Kartanegara (Kukar) tahun ini berlangsung dengan antusiasme yang sangat tinggi. Dari hampir 200 peserta yang mendaftar, tingkatan Penggalang menjadi kelompok dengan jumlah pendaftar paling dominan.
Novan Solihin menjelaskan bahwa tingginya minat Penggalang sudah menjadi tren tahunan. Antusiasme terlihat sejak tahap administrasi, yang kini sepenuhnya dilakukan melalui aplikasi untuk memudahkan pendaftaran.
Peserta dari tingkatan Siaga hingga Pandega dinilai melalui kelengkapan berkas serta rekam jejak aktivitas kepramukaan. Mereka yang lolos tahap administrasi kemudian mengikuti seleksi teknis dan sesi wawancara.
Tahap teknis berlangsung selama tiga hari di Gedung Pramuka Tenggarong. Peserta diwajibkan bermalam dan mengikuti berbagai ujian, mulai dari tes keterampilan, pengetahuan kepramukaan, hingga kedisiplinan.
Proses seleksi dilakukan dengan ketat, mengingat predikat Pramuka Garuda merupakan capaian tertinggi dalam gerakan Pramuka dan hanya diberikan kepada anggota yang memenuhi standar terbaik.
“Peserta yang berhasil diharapkan menjadi teladan bagi anggota Pramuka lainnya, baik dalam disiplin maupun semangat kebersamaan,” ujar Novan.
Dari seluruh pendaftar, sebanyak 44 peserta dinyatakan lulus seleksi. Rinciannya meliputi 16 Siaga, 13 Penggalang, 12 Penegak, dan 3 Pandega yang berasal dari berbagai kecamatan di Kukar.
Seleksi ini tidak hanya menilai kemampuan individu, tetapi juga aspek kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab—nilai-nilai yang menjadi dasar pembentukan Pramuka Garuda.
Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang bagi pembina dan anggota untuk saling berbagi pengalaman serta meningkatkan kualitas pembinaan di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Dengan tingginya antusiasme tahun ini, seleksi Pramuka Garuda diharapkan mampu mendorong generasi muda Kukar semakin aktif dalam gerakan Pramuka dan terus menumbuhkan karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan.