Foto: Kondisi proyek jembatan sebulu.KUKAR – Proyek pembangunan Jembatan yang berlokasi di Kecamatan Sebulu mengalami hambatan serius setelah diduga kontraktor pelaksana dinyatakan kekurangan modal. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan proyek akan dievaluasi dan kontraktor yang tidak sanggup melanjutkan pekerjaan bakal diganti.
Sebagai informasi, Jembatan Sebulu merupakan bagian dari program prioritas dalam RPJMD Kukar 2021-2026 yang bertujuan memperlancar konektivitas wilayah hulu dan hilir sungai Mahakam. Selain sebagai jalur transportasi, jembatan tersebut diharapkan mendukung distribusi hasil pertanian dan mobilitas masyarakat.
Camat Sebulu, Eddy Fachrudin, membenarkan proyek tersebut memang terhambat di lapangan dan mendapat perhatian serius dari pemerintah. “Informasinya memang kontraktor kekurangan modal. Kami dari kecamatan mendorong agar proses ini bisa segera dilanjutkan setelah evaluasi,” ucap Eddy saat di konfirmasi pada Jumat (13/6/2025).
Ia juga menegaskan keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi aktivitas warga, terutama dalam mendukung arus logistik dan hasil pertanian. “Manfaatnya besar, terutama untuk logistik dan hasil panen. Warga butuh akses yang cepat dan aman,” lanjutnya.
Terkait sejumlah keluhan yang muncul, pihak kecamatan telah aktif menjembatani komunikasi antara warga dan dinas teknis terkait. “Warga sempat bertanya-tanya kenapa lama. Kami sampaikan langsung ke dinas agar ada penjelasan resmi. Kalau lewat media sosial kadang simpang siur,” jelas Eddy.
Ia pun mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi melalui jalur resmi yang tersedia. “Saya terbuka. Kalau ada keluhan, sampaikan saja lewat forum desa atau kecamatan. Yang penting tetap sabar dan percaya bahwa ini sedang kita upayakan bersama,” pungkasnya. (Adv)