
SANGATTA — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur menyiapkan skema pelayanan bagi masyarakat yang tidak memiliki telepon seluler dalam penerapan inovasi Gebyar BPJS Emas. Melalui skema tersebut, warga nantinya dapat meminta bantuan operator desa untuk mengakses layanan BPJS secara elektronik.
Kepala Dinas Sosial Kutai Timur, Ernata, mengatakan inovasi Gebyar BPJS Emas dirancang untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan tanpa harus datang langsung ke kantor Dinsos. Pemanfaatan teknologi tersebut juga diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
Menurutnya, keberadaan operator desa menjadi bagian penting agar layanan tidak hanya dapat dinikmati masyarakat yang memiliki perangkat komunikasi. Warga yang mengalami keterbatasan akses terhadap telepon seluler tetap dapat memperoleh bantuan melalui perangkat desa.
“Ini juga kalau misalkan masyarakat tidak mempunyai HP, bisa minta bantu kepada operator desa,” kata Ernata.
Skema tersebut direncanakan menjadi bagian dari penerapan Gebyar BPJS Emas, yang memungkinkan pengurusan layanan BPJS dilakukan melalui WhatsApp. Dengan adanya operator desa, masyarakat tidak harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus layanan administrasi BPJS.
Ernata menyebut layanan tersebut terutama diharapkan membantu masyarakat yang berada di wilayah yang sulit dijangkau. Sebelumnya, keterbatasan jarak, tenaga, waktu, dan pembiayaan menjadi tantangan dalam memberikan pelayanan sosial secara optimal di sejumlah wilayah pedalaman.
“Jadi nanti masyarakat cukup melalui WhatsApp aja, nanti akan saya layani di sini,” ujarnya.
Dinsos Kutim menargetkan inovasi Gebyar BPJS Emas mulai dikembangkan pada akhir tahun. Pelibatan operator desa diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh akses layanan sosial tanpa harus selalu datang ke kantor Dinsos.(ADV)
Tidak ada komentar