Setelah Rapat dengan Berbagai Pihak, Pembongkaran Jembatan Besi Tenggarong Ditunda Sementara

waktu baca 2 menit
Senin, 14 Apr 2025 22:04 0 165 Harian Republik

Kukar – Setelah melalui diskusi panjang, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara pembongkaran Jembatan Besi yang telah menjadi saksi bisu sejarah Kota Tenggarong.

Keputusan ini diambil setelah rapat yang diadakan di Ruang Rapat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Senin (14/04/2025).

Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pejabat pemerintah, ahli cagar budaya, hingga perwakilan masyarakat setempat.

Jembatan Besi yang telah berdiri hampir 100 tahun di atas Sungai Mahakam ini bukan sekadar infrastruktur penghubung.

Jembatan ini adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah Tenggarong, menyimpan kenangan panjang tentang perjalanan kota dan masyarakatnya.

Walaupun tidak terdaftar sebagai cagar budaya nasional, statusnya sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) memberikan perlindungan hukum yang membuat pelestariannya menjadi hal yang perlu dipertimbangkan serius.

Kajian teknis yang dilakukan oleh tim ahli dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menyimpulkan bahwa jembatan ini berada dalam kondisi yang cukup membahayakan.

Korosi dan keausan yang terjadi selama bertahun-tahun membuat struktur jembatan tak lagi memenuhi standar keselamatan yang diperlukan untuk mendukung volume lalu lintas yang terus meningkat.

Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, dalam rapat tersebut menegaskan bahwa keputusan untuk menghentikan sementara pembongkaran ini tidak berarti mengabaikan pentingnya keselamatan, melainkan untuk memberi ruang lebih banyak bagi kajian dan diskusi yang lebih mendalam mengenai nasib jembatan ini ke depan.

“Tidak ada maksud kami untuk menghilangkan sejarah jembatan itu. Kami sependapat bahwa penting untuk memerhatikan aset sejarah yang ada,” ujar Wiyono dengan tegas.

Sebagai langkah berikutnya, pihak Dinas PU membentuk tim percepatan yang akan melakukan kajian lebih lanjut, baik dari segi teknis maupun historis.

Ia berharap dalam waktu dekat, tim ini dapat memberikan rekomendasi yang lebih jelas mengenai langkah yang akan diambil.

“Kami menyetop kontrak ini sementara waktu, dan akan mengurangi aktivitas sampai ada rekomendasi dari pihak tim,” kata Wiyono.

Selain itu, pihak Dinas PU juga menyadari pentingnya komunikasi yang lebih terbuka dan melibatkan masyarakat lebih awal dalam setiap tahap perencanaan.

Wiyono mengakui bahwa dalam hal ini, sosialisasi sebelumnya memang belum maksimal, dan hal itu akan dijadikan pelajaran berharga bagi proyek-proyek selanjutnya.

“Kami berterima kasih atas masukan masyarakat, karena ini semua untuk kepentingan kita bersama,” tutupnya. (Adv)

LAINNYA