
SANGATTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menyiapkan pelatihan pembinaan kesadaran bela negara bagi 300 kader sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai tantangan dan ancaman nonmiliter.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menanamkan nilai nasionalisme, tetapi juga membekali kader dengan wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta pemahaman mengenai kesiapsiagaan. Para kader yang berasal dari berbagai wilayah di Kutim diharapkan mampu menjadi bagian dari penguatan karakter masyarakat di tengah dinamika perubahan zaman.
Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mengatakan, pembinaan kesadaran bela negara memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang tangguh dan memiliki karakter kuat. Menurutnya, nilai-nilai bela negara perlu ditanamkan agar masyarakat memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial sekaligus memahami tanggung jawabnya sebagai bagian dari bangsa.
“Para peserta diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan,” ujar Mahyunadi dalam keterangannya di Sangatta, Senin (21/9/2026).
Melalui pelatihan tersebut, 300 kader tidak hanya diposisikan sebagai peserta kegiatan, tetapi diharapkan mampu meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat. Peran kader dinilai penting untuk memperluas pemahaman mengenai wawasan kebangsaan hingga ke tingkat kecamatan.
Mahyunadi menegaskan, keberadaan kader juga diharapkan dapat memberikan dampak setelah pelatihan selesai. Para peserta didorong menjadi teladan serta ikut mengedukasi masyarakat mengenai nilai-nilai kebangsaan.
“Melainkan terus aktif menjadi teladan serta mengedukasi nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat hingga tingkat kecamatan,” katanya.
Dengan pembinaan tersebut, Pemkab Kutim berharap kesadaran bela negara dapat tumbuh sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dalam menghadapi berbagai tantangan nonmiliter.(ADV)
Tidak ada komentar