Insiden Juru Parkir Liar di Samarinda, Disikapi Komisi I DPRD Samarinda dengan Pendekatan Sosial dan Ekonomi

waktu baca 2 menit
Jumat, 8 Agu 2025 19:49 0 156 Harian Republik

Samarinda – Kasus penodongan senjata tajam oleh seorang juru parkir (jukir) liar terhadap pengemudi ojek online di Samarinda memicu berbagai reaksi publik. Insiden ini membuat fenomena jukir liar kembali menjadi sorotan.

Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menilai masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan operasi penertiban. Ia menegaskan, banyak jukir liar terpaksa melakukan pekerjaan itu karena keterbatasan ekonomi dan minimnya lapangan kerja.

“Kalau menurut saya, selalu ambil sisi positif saja. Banyak dari mereka melakukan ini karena tidak punya alternatif penghasilan lain,” ujarnya baru-baru ini.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengingatkan agar masyarakat tidak memberi label negatif kepada semua jukir liar. Menurutnya, beberapa dari mereka justru membantu kelancaran lalu lintas di area rawan kemacetan.

“Kalau memang ada yang merasa terganggu, ya tinggal dilaporkan saja. Tapi kita juga harus lihat, apakah mereka memang mengganggu, atau justru membantu mengatur lalu lintas di tengah kemacetan,” lanjutnya.

Ronal menegaskan bahwa akar masalah jukir liar berkaitan dengan kondisi ekonomi. Ia mendorong Pemerintah Kota Samarinda dan instansi terkait untuk mencari solusi yang tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga memberikan jalan keluar yang layak bagi para jukir.

“Solusinya jangan hanya razia. Tapi pikirkan juga bagaimana mereka bisa diberi pekerjaan yang lebih layak, atau pelatihan agar bisa beralih profesi. Ini soal kebutuhan hidup,” tandasnya.

DPRD Samarinda berharap dengan pendekatan yang menggabungkan ketegasan hukum dan kepedulian sosial, penataan parkir bisa berjalan selaras dengan upaya meningkatkan kesejahteraan warga.

(ADV/DPRDSmd/anh)

LAINNYA