Gandeng SOLARCELL, Bupati Kukar Resmikan PLTS Bank Sampah Desa Kersik

waktu baca 3 menit
Minggu, 4 Feb 2024 17:17 0 27 AdminWeb

Samarinda – Dalam menyongsong masa depan bersih dengan energi terbarukan dan berkelanjutan, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah melakukan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bank Sampah Kersik Berseri Program Bantuan Khusus Keuangan Desa (BKKD) Kersik.

Peresmian tersebut digelar pada Minggu sore (4/2/2024), di desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara yang dihadiri oleh para pejabat daerah Kabupaten Kukar, perwakilan dari Pertamina Hulu Mahakam, serta masyarakat setempat.

Edi menyampaikan, melalui Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2021, program “Terang Kampoengku” mulai digalakkan, khususnya untuk desa-desa di Kukar yang termasuk kategori remote area.

Sebelumnya, pihaknya menggunakan sistem satu rumah satu panel surya. Namun, setelah dilakukan kajian, solusi yang paling efektif adalah menggunakan listrik tenaga surya dengan sistem komunal.

“Berjalan dengan baik, solarcell dari pak Boim ini juga bekerjasama dengan kami untuk penyediaan jasa,” ucapnya, Minggu (5/2/2023).

Salah satu persoalan yang timbul pada bank sampah di tiap desa adalah listrik. Melalui peresmian bank sampah menggunakan PLTS ini, beban personal masyarakat lebih kecil dibandingkan yang dulunya menggunakan tenaga diesel atau Pembangkit Listrik Negara (PLN).

“Harapan kita biaya operasional lebih kecil, biaya pendukung produksi hilirnya itu terfasilitasi dengan baik, sehingga setelah kita bangunkan solarcell bisa lebih maju dan berkembang,” ujar orang nomor satu di Kukar itu.

Untuk diketahui, pemerintah Kabupaten Kukar juga akan memberikan insentif 200 juta kepada seluruh desa yang berkomitmen membangun bank sampah hingga berjalan. Hal ini guna mendorong dan memotivasi para kepala desa terkait pembangunan bank sampah di desanya.

Sementara itu, Arianto selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), menjelaskan jika program ini merupakan program pilot projects pembangunan bank sampah setiap desa dalam pengelolaan sampah.

Lebih lanjut, Arianto mengatakan bahwa pemerintah daerah, Bupati melalui program bantuan keuangan kepala desa, memberikan dana kepada desa yang termasuk ke dalam APBDesnya agar dibangunkan PLTS untuk mesin pencacah sampah.

“Khusus desa kita beri Rp 1 miliar 250 juta untuk dua mesin, mesin pencacah organik dan pencacah plastik. Lalu akan kita lihat evaluasi perkembangan dan pemanfaatannya, ketika bisa dioptimalisasi, ini akan jadi percontohan bagi desa lain,” bebernya.

Dirinya juga membeberkan alasan Desa Kersik terpilih sebagai percontohan. Hal ini karena, di desa tersebut sudah memiliki bank sampah dan sudah ada pengelolaannya.

Menurutnya, mengelola sampah di desa tidaklah mudah, karena perlu pembiayaan, sumber daya manusia yang mengelola, serta semua pihak yang ingin bekerjasama.

“Supaya banyak kelompok masyarakat yang terlibat, sehingga pihak sekolah, guru-guru dan anak-anak diminta untuk mengumpulkan sampah untuk dikelola di tempat ini (bank sampah),” tuturnya.

Ditempat yang sama, Direktur Solarcell, Imanuel Setiawan menambahkan, jika pembangunan PLTS di bank sampah fokus untuk menjalankan generator dinamo untuk mesin pencacah sampah.

“Kapasitas PLTS di bank sampah sendiri itu sebesar 13 KWp , itu bisa menjalankan dua mesin sampah selama 5-7 jam kerja,” terangnya.

Dalam memperhatikan standar operasional, setiap ada komunal atau PLTS di desa, pihaknya akan mentraining 2-3 orang operator dari warga.

“Kami fasilitasi sertifikat kelulusan sehingga kami bisa terus bersinergi dan memantau PLTS tersebut,” jelas Pria yang akrab disapa Boim itu

Dengan adanya bantuan Bupati ini, Boim berharap masyarakat bisa terus merawat, melaksanakan, dan menjalankan bank sampah ini sampai menghasilkan profit dalam mensejahterakan masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA