DPRD Dorong Samarinda Gandeng Daerah Lain untuk Proyek Pembangkit Listrik Sampah

waktu baca 2 menit
Kamis, 31 Jul 2025 13:05 0 272 Harian Republik

Samarinda – Deni Hakim Anwar, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (Waste to Energy/WtE) di Kota Samarinda terganjal masalah utama yaitu pasokan sampah yang masih kurang.

Menurut Deni, agar teknologi WtE dapat beroperasi secara optimal, dibutuhkan minimal 1.000 ton sampah per hari. Sementara itu, Samarinda saat ini hanya menghasilkan sekitar 500–600 ton.

“Persyaratan utama untuk menjalankan teknologi Waste to Energy adalah jumlah sampah yang sesuai dengan kebutuhan teknisnya. Saat ini kita masih belum memenuhi kuota tersebut,” jelas Deni pada Kamis (31/7/2025).

Untuk mengatasi defisit volume sampah, Deni menyebutkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) tengah menjajaki kemungkinan kerja sama regional, salah satunya dengan Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Pemerintah kota mewacanakan kerja sama lintas daerah. Misalnya, Kukar bisa mengirimkan sebagian sampahnya ke Samarinda, sehingga kebutuhan volume minimal dapat tercapai,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya melibatkan pihak ketiga yang berpengalaman dalam pengelolaan sampah modern.

“Banyak perusahaan yang siap menangani pengelolaan sampah secara modern. Tinggal bagaimana respons dan kesiapan Pemkot untuk menindaklanjuti penawaran dan solusi yang ada,” ujarnya.

Bagi Deni, pengembangan teknologi WtE ini merupakan langkah strategis untuk beralih dari metode pengelolaan sampah konvensional.

“Kita ingin pengelolaan sampah di Samarinda tidak lagi bergantung pada TPA konvensional. WtE adalah masa depan,” tegasnya.

Ia berharap proyek ini dapat mulai terwujud selambat-lambatnya pada tahun 2026. (ADV/DPRDSmd/anh)

LAINNYA