
KUKAR – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencetuskan program One District One Industry sebagai pendorong lahirnya komoditas dan produk unggulan di tingkat desa. Kecamatan Kembang Janggut menjadi wilayah percontohan pertama (pilot project) dalam pengembangan ekosistem industri lokal berbasis potensi daerah.
Kepala Distransnaker Kabupaten Kukar, Dendy Irwan Fahriza mengungkapkan bahwa skema ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Kukar terkait penguatan ekonomi berbasis produk desa (One Village One Product).
“Ini pertama kali dilakukan di Kecamatan Kembang Janggut melalui program One Workshop One Village. Kegiatan dikolaborasikan dengan perusahaan swasta setempat, UMKM, dan koperasi,” kata Dendy Irwan Fahriza.
Dalam skema kolaborasi ini, instansi teknis bertugas mendorong Pemerintah Desa bersama BUMDes untuk memetakan serta memproduksi komoditas lokal yang berdaya saing pasar.
Skema penguatan industri lokal ini diproyeksikan bakal diperluas ke seluruh wilayah Kutai Kartanegara secara bertahap.
“Nanti akan kita dorong dan laksanakan di 20 kecamatan, 139 desa, serta 44 kelurahan yang ada di Kutai Kartanegara,” tegasnya.(adv)
Tidak ada komentar