Mahyunadi Dorong Program PPM PT GAM Lebih Fleksibel Sesuai Kebutuhan Masyarakat

waktu baca 2 menit
Senin, 19 Okt 2026 23:17 0 5 Harian Republik

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mendorong agar pelaksanaan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan pertambangan lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan warga. Menurutnya, program pemberdayaan tidak harus terpaku pada perencanaan tahunan apabila terdapat persoalan mendesak yang perlu segera ditangani.

Hal tersebut disampaikan Mahyunadi dalam pembahasan pembaruan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) PT Ganda Alam Makmur (GAM). Ia menilai, perencanaan PPM perlu mempertimbangkan kondisi nyata masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, termasuk kebutuhan yang dapat berubah sepanjang tahun.

Mahyunadi mencontohkan, kebutuhan masyarakat di tingkat desa terkadang memerlukan penanganan cepat. Karena itu, mekanisme pelaksanaan program perlu memberikan ruang bagi penyesuaian berdasarkan skala prioritas dan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat.

“Kalau bisa, program itu lebih fleksibel, misalnya setiap tiga bulan, sehingga kebutuhan masyarakat yang mendesak bisa segera direspons,” ujarnya.

Menurutnya, fleksibilitas bukan berarti mengabaikan perencanaan maupun pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Setiap program tetap perlu memiliki sasaran yang jelas, mekanisme pelaksanaan yang terukur, serta evaluasi untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Pemerintah daerah juga perlu memperoleh informasi mengenai kegiatan yang dijalankan perusahaan agar pelaksanaan program dapat dipantau dan tidak tumpang tindih dengan kegiatan pemerintah maupun program pemberdayaan lainnya.

Mahyunadi berharap pembaruan RIPPM PT GAM dapat menjadi kesempatan untuk menyusun pola pelaksanaan PPM yang lebih adaptif. Dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, program diharapkan mampu menjawab persoalan prioritas sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat program pemberdayaan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.(ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA