Bupati Kutim Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5–6 Persen pada 2027

waktu baca 2 menit
Senin, 19 Okt 2026 10:57 0 0 Harian Republik

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5 hingga 6 persen pada 2027. Target tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan, pembangunan ekonomi perlu diarahkan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pertumbuhan tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka ekonomi, tetapi juga harus mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat pelaku usaha lokal.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam pidato peringatan HUT ke-27 Kutim, pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 tercatat sebesar 1,05 persen. Pemkab kemudian menetapkan target pertumbuhan sebesar 2,40–2,90 persen pada 2026, sebelum meningkat menjadi 5–6 persen pada 2027.

Untuk mencapai sasaran tersebut, Pemkab Kutim mendorong transformasi ekonomi melalui pengembangan berbagai sektor potensial. Selain sektor ekstraktif yang selama ini berperan dalam perekonomian daerah, pemerintah juga menaruh perhatian pada pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata, industri pengolahan, dan ekonomi kreatif.

Ardiansyah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, terutama dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan taraf hidup.

“Kita ingin pertumbuhan ekonomi yang mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat pelaku usaha lokal, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Upaya mencapai target tersebut membutuhkan dukungan investasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan usaha lokal agar mampu mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi daerah.

Pemkab Kutim berharap diversifikasi sektor ekonomi dapat memperkuat fondasi pembangunan sehingga pertumbuhan ekonomi ke depan berlangsung lebih inklusif dan berkelanjutan.(ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA