
Tenggarong– Dispora Kutai Kartanegara menegaskan bahwa Pelatihan Garda Pratama bukan sekadar formalitas untuk memperoleh sertifikat. Program ini dirancang agar peserta memiliki peluang kerja nyata dan bisa langsung terserap di perusahaan penyedia jasa keamanan.
Kabid Kepemudaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, menjelaskan bahwa program ini digulirkan atas dorongan organisasi kepemudaan, terutama KNPI. Banyak pemuda yang ingin bekerja sebagai security, tetapi terkendala sertifikasi. “Program ini menjadi jawaban dari kebutuhan pemuda yang ingin bekerja tetapi belum punya sertifikat,” kata Dery.
Pelatihan berlangsung selama tiga bulan. Meski demikian, peserta tidak perlu menunggu hingga akhir program untuk mulai melamar pekerjaan, karena mereka dibekali surat keterangan kelulusan sementara.
Dery menyebut total peserta mencapai 60 orang, di mana sekitar 20 orang berasal dari KNPI Kukar sesuai rekomendasi DPK kecamatan. Sejak awal, panitia juga sudah menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan untuk membuka peluang kerja. Sistem penempatan akan disesuaikan dengan domisili peserta agar mereka tidak perlu merantau jauh.
Langkah ini dinilai penting karena sebagian besar lowongan posisi security berada di luar daerah, seperti Berau. Meski begitu, penempatan di Kukar dan Samarinda tetap menjadi prioritas utama.
Program ini juga tidak berhenti pada pelatihan dasar. Dispora dan KNPI berencana mendorong pelatihan lanjutan pada 2026 agar peserta dapat meningkatkan kompetensi dan posisi kerja mereka.
Melalui program ini, Dispora Kukar berharap pemuda tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga mendapat akses kerja nyata yang sesuai kebutuhan industri keamanan.