Foto: Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf.KUKAR – Praktik membakar sampah dan membuangnya sembarangan masih menjadi kebiasaan umum di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong. Oleh karena itu, pemerintah desa kini mengambil langkah konkrit dengan mendorong pembangunan Tempat Pengolahan Sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Diketahui bahwa desa rapak lambur telah mengajukan diri sebagai salah satu kandidat pembangunan TPS3R melalui koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara. Upaya ini diambil untuk menghentikan praktik lama yang berisiko terhadap lingkungan dan kesehatan.
Menurut keterangan Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, pengelolaan sampah yang belum terstruktur selama ini menyebabkan banyak tumpukan limbah di sekitar rumah warga. Situasi inilah yang membuat pihak desa untuk mencari solusi permanen. “Masyarakat selama ini hanya membuang di belakang rumah, membakar, dan banyak tumpukan sampah saya lihat,” ungkap Yusuf saat diwawancarai, Senin (30/6/2025).
Dijelaskan Yusuf jika sebelumnya pihaknya telah melakukan rapat bersama DLHK, agar Rapak Lambur menjadi salah satu dari tiga lokasi yang dipertimbangkan sebagai titik pembangunan TPS. Yusuf menyebut desanya kini berada di posisi kedua dari daftar usulan tersebut.
Untuk mendukung rencana itu, desa telah menyediakan lahan milik Dinas Pertanian sebagai lokasi pembangunan. Ini menunjukkan keseriusan desa dalam menyiapkan infrastruktur yang diperlukan. “Kami sudah siapkan lahannya dan sudah sampaikan ke DLHK. Tinggal menunggu realisasi pembangunannya,” jelasnya.
Tak hanya menunggu pembangunan TPS, langkah pemberdayaan masyarakat juga mulai dilakukan. Pemerintah desa telah membentuk bank sampah yang dikelola oleh ibu-ibu kader posyandu dan anggota PKK. Bank sampah ini menjadi titik awal pembiasaan memilah sampah sejak dari rumah, sekaligus mengedukasi warga untuk memahami nilai ekonomi dari limbah rumah tangga.
Yusuf berharap kehadiran TPS 3R nanti bisa mendorong perubahan budaya dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama di tingkat desa. Dengan sinergi antara pemerintah dan warga, desa optimis dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. “Alhamdulillah bank sampah sudah berjalan,” tutup Yusuf. (Adv)