Hari Pertama Kerja, Aulia–Rendi Langsung Tancap Gas Jalankan Kukar Idaman Terbaik

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Jun 2025 19:51 0 191 Harian Republik

KUKAR – Tidak ada jeda dalam transisi kepemimpinan di Kutai Kartanegara. Usai dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2030, Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin langsung menyatakan siap bekerja sejak hari pertama. Visi “Kukar Idaman Terbaik” pun mulai digerakkan tanpa menunggu batas waktu seratus hari yang biasa dipakai kepala daerah baru.

Pelantikan digelar di Gedung Odah Etam, Senin (23/6/2025), dipimpin Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, atas dasar keputusan Menteri Dalam Negeri. Tak lama berselang, Aulia menegaskan bahwa seluruh jajaran harus segera bergerak cepat demi memenuhi janji-janji kampanye yang sudah lama ditunggu warga.

“Yang disebut dengan Kukar Idaman Terbaik, tentu tidak ada istilah 100 hari kerja, karena sejak hari pertama kami langsung tancap gas,” ujar Aulia di hadapan awak media. Program yang mereka bawa disebut sebagai penyempurnaan dari pemerintahan sebelumnya, bukan sekadar label, melainkan arah baru yang akan diwujudkan dalam program nyata. Targetnya jelas: hasil kerja harus mulai bisa dirasakan masyarakat dalam waktu dekat.

“Ini bukan retorika. Sebelum seratus hari kerja, masyarakat sudah harus mulai merasakan dampaknya,” sambungnya. Salah satu fokus utama pasangan ini adalah memperbaiki realisasi anggaran, khususnya pada sisi keuangan. Aulia menilai, meski capaian fisik cukup baik selama ini, namun serapan anggaran masih jauh dari optimal dan perlu segera dibedah penyebabnya.

“Kami belum sempat masuk ke sistem sebelumnya. Tapi itu akan kami selesaikan, karena ini menyangkut efektivitas pelayanan,” jelas Aulia. Bagi pasangan Aulia–Rendi, membangun Kukar bukan hanya soal konsep di atas kertas. Mereka ingin birokrasi bekerja lebih presisi dan cepat, karena keberhasilan pembangunan tak bisa hanya bergantung pada kepala daerah.

“Semua jajaran harus bergerak bersama, dari OPD hingga mitra daerah. Eksekusi program di lapangan itu yang paling penting,” tegas Aulia. Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran pemerintah yang benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, strategi lapangan akan diarahkan untuk menyentuh persoalan nyata yang dihadapi warga.

“Kami ingin masyarakat merasakan perubahan, bukan hanya mendengar rencana. Karena itu, tidak ada waktu untuk bersantai,” tambahnya. Pemerintahan baru ini hadir di tengah ekspektasi tinggi publik terhadap perubahan yang lebih konkret dan merata. Bagi Aulia, energi kepemimpinan harus digunakan untuk menyelami persoalan dari hulu ke hilir dan bergerak mencari solusi.

“Kami tidak ingin buang waktu. Semua persoalan akan kami selami, lalu cari solusinya. Itu komitmen kami,” tutupnya. (Adv)

LAINNYA