Optimalisasi Posyandu Jadi Langkah Nyata Loa Ipuh Tekan Angka Stunting

waktu baca 1 menit
Jumat, 18 Apr 2025 22:04 0 185 Harian Republik

Kukar – Optimalisasi peran Posyandu menjadi fokus utama Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, dalam menekan angka stunting.

Melalui keterlibatan aktif setiap RT dan pemanfaatan program pemberdayaan, Posyandu didorong untuk menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di lingkungan masyarakat.

Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, menjelaskan bahwa dukungan untuk Posyandu dilakukan melalui pengelolaan dana program Rp 50 juta per RT, sesuai arahan teknis dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar.

Dana tersebut dialokasikan oleh Kelompok Kerja (Pokja) RT dan diarahkan untuk kegiatan yang mendukung penanganan stunting.

“Dengan dukungan ini, Posyandu jadi lebih leluasa menjalankan program-program yang memang menyentuh langsung ke sasaran,” ujarnya, Jumaat (18/04/2025).

Ia mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir, kasus stunting di wilayahnya menunjukkan tren menurun.

Sejak 2023 hingga 2024, jumlah kasus tercatat di bawah 20 kasus, dan sebagian besar bukan berasal dari warga asli, melainkan pendatang dari wilayah lain.

“Loa Ipuh ini wilayah padat, penduduknya terus bertambah. Tapi kami terus berupaya agar anak-anak di sini tumbuh sehat dan bebas dari stunting,” katanya.

Erri pun berharap, dengan sinergi antara program pemerintah daerah dan peran aktif masyarakat, Loa Ipuh bisa menjadi wilayah bebas stunting pada 2025.

“Saya berharap, dengan berbagai program ini, kita bisa mencapai zero stunting pada tahun 2025,” pungkasnya. (Adv)

LAINNYA