Pemkab Kukar Manfaatkan Data Spasial untuk Tekan Stunting Secara Tepat Sasaran

waktu baca 2 menit
Kamis, 13 Mar 2025 22:19 0 209 Harian Republik

Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memanfaatkan data spasial untuk memperkuat upaya penanganan stunting secara lebih tepat sasaran. Melalui pemetaan berbasis geografis, pemerintah dapat mengidentifikasi daerah rawan stunting secara akurat, memahami pola sebaran kasus, dan menyusun intervensi yang lebih efektif.

Upaya ini ditandai dengan serah terima data keluarga berisiko stunting (KRS) dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas kepada Pemkab Kukar. Acara serah terima berlangsung di ruang rapat Sekretaris Daerah Kukar pada Kamis (13/3/2025).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menegaskan bahwa data yang diterima tidak boleh hanya menjadi angka di atas kertas. Dengan pemetaan berbasis spasial, pemerintah memiliki gambaran langsung mengenai kondisi di lapangan, sehingga strategi penanganan dapat disusun secara lebih terarah dan efektif.

“Kami tidak ingin intervensi hanya berdasarkan laporan administratif. Dengan analisis spasial, kita bisa melihat titik-titik paling terdampak dan memahami faktor pemicunya di setiap wilayah,” ujar Sunggono.

Pemkab Kukar kini bergerak lebih sistematis dengan mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyusun strategi berbasis data. Langkah ini diambil tidak hanya untuk menekan angka stunting, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru di masa depan.

Kata dia, tanpa pendekatan berbasis spasial, penanganan stunting berpotensi tidak tepat sasaran.

“Jangan sampai program hanya berjalan di atas kertas tanpa menyentuh persoalan nyata di lapangan,” tegasnya.

Selain intervensi medis melalui tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan, Pemkab Kukar juga menggiatkan Gerakan Orang Tua Asuh Stunting. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pejabat pemerintah, kepala desa, dan tokoh masyarakat, untuk secara langsung mendampingi dan membantu anak-anak yang terdampak stunting.

Berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, program ini telah menunjukkan hasil nyata sepanjang 2024.

Dengan memadukan teknologi spasial dan keterlibatan aktif dari berbagai elemen masyarakat, Pemkab Kukar berkomitmen untuk menciptakan penanganan stunting yang lebih terukur, sistematis, dan berdampak langsung di lapangan.

“Gerakan ini bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi anak-anak yang membutuhkan. Dengan kolaborasi berbagai pihak, kami optimistis angka stunting di Kukar dapat terus ditekan,” pungkasnya. (Adv)

LAINNYA