3 Kota Jalin Kerja Sama Air Bersih: Anhar Tegaskan Pemerataan Air Bersih Internal Samarinda Harus Tuntas

waktu baca 2 menit
Selasa, 23 Sep 2025 14:25 0 105 Harian Republik

SAMARINDA – Rencana kolaborasi strategis antara tiga kota utama di Kalimantan TimurSamarinda, Balikpapan, dan Bontang untuk memanfaatkan Sungai Mahakam sebagai sumber air baku kini memasuki tahap pembahasan. Inisiatif melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) ini digadang-gadang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi defisit ketersediaan dan distribusi air bersih di wilayah pesisir Kaltim.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar SK, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif lintas daerah ini. Menurutnya, kerja sama semacam ini merupakan alternatif yang layak untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat secara berkelanjutan.

“Bagus-bagus saja, sepanjang untuk kemaslahatan orang banyak kami dukung. Yang terpenting itu realisasinya, jadi semangatnya kita hargai,” ujar Anhar, Selasa (23/9/2025).

Kendati menyambut baik, Anhar menekankan satu hal krusial: Pemerintah Kota Samarinda harus menuntaskan dulu masalah distribusi air di internal kota. Ironisnya, meski potensi sumber air (Mahakam) melimpah, masih banyak kecamatan di Samarinda yang belum terlayani secara merata.

“Memang kebutuhan air di Samarinda ini masih belum cukup untuk merata. Airnya banyak, tapi ironis karena warganya masih banyak tidak teraliri air. Harus secepatnya direalisasikan kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat oleh Pemkot,” jelasnya.

Politisi PDIP ini melihat kerja sama lintas kota tidak hanya membawa manfaat sosial, tetapi juga membuka peluang ekonomi business to business yang bisa menjadi pendapatan baru bagi Samarinda. “Kerja sama dengan kota lain dalam penyuplaian sah saja. Apalagi ada nilai business to business untuk pemasukan daerah, itu tidak ada masalah,” tegasnya.

Namun, Anhar memberikan peringatan keras. Ia mengingatkan bahwa aspek teknis dan administratif harus dipersiapkan secara matang. Rincian seperti kapasitas pipa, mekanisme pembagian biaya operasional, dan tata kelola sumber daya air harus diperhitungkan cermat agar tidak merugikan warga Samarinda.

“Koordinasi antarwilayah harus solid. Jangan sampai pasokan keluar daerah justru mengorbankan warga Samarinda sendiri,” ujarnya.

Anhar menegaskan bahwa masyarakat Samarinda adalah prioritas utama. Sebelum kolaborasi regional dilaksanakan, akses air bersih di seluruh kecamatan—terutama di kawasan Palaran, Samarinda Seberang, dan Loa Janan Ilir—wajib dipastikan terpenuhi.

“Harapannya di internal kita sendiri seluruh masyarakat dapat teraliri air bersih,” tutupnya. (ADV/DPRDSMD/Hd)

LAINNYA