Tinjau Poskes TMMD ke-130 di Jembayan Tengah, Bupati Kukar Puji Pelayanan Nonfisik dan Dorong Rutinitas 4 Kali Setahun

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Okt 2026 16:07 0 3 Harian Republik

KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyambut positif integrasi program nonfisik dalam gelaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang berlangsung di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Selasa (13/10/2026).

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, meninjau langsung operasional pos penyuluhan kesehatan dan pelayanan sosial masyarakat di lokasi sasaran.

Agenda nonfisik TMMD kali ini menyasar penguatan kapasitas warga desa melalui berbagai penyuluhan interaktif, mulai dari edukasi stunting, pelayanan Keluarga Berencana (KB) Kesehatan, hingga penyuluhan kesehatan umum.
Tak hanya sektor kesehatan, jajaran Kodim 0906/KKR bersama pemkab juga menggelar penyuluhan wawasan kebangsaan serta edukasi cegah tangkal radikalisme. Di samping itu, penyerahan santunan bagi anak yatim dan layanan pengobatan gratis massal diserbu ratusan warga setempat.

Aulia menegaskan bahwa kehadiran program nonfisik ini melengkapi pembangunan infrastruktur fisik yang sedang berjalan, sehingga dampaknya menyentuh langsung aspek kesejahteraan dan kesehatan warga.

“Selain kegiatan fisik, ada juga kegiatan nonfisik dalam bentuk penyuluhan dan pelayanan langsung kepada masyarakat dalam bentuk pengobatan gratis. Kami selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini. Ini merupakan kegiatan yang terus berkesinambungan dan berkelanjutan antara pemda dan TNI,” ujar Aulia Rahman Basri di sela-sela peninjauan.

Melihat tingginya antusiasme serta manfaat riil yang dirasakan warga Jembayan Tengah, Aulia mendorong agar kolaborasi manunggal ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.

Ia menyambut baik wacana peningkatan intensitas TMMD menjadi empat kali dalam setahun guna mempercepat penanganan isu-isu krusial daerah seperti penekanan angka stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

“Kita berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Ini terus bisa kita kembangkan, apalagi tadi sudah ada pemberitahuan bahwa ini diharapkan bisa kita laksanakan empat kali dalam satu tahun. Dengan sinergitas ini, kita bisa memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat Kutai Kartanegara,” tegas Aulia.(adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA