Ponoragan Maksimalkan Pertanian dan Perikanan untuk Penguatan Ekonomi Warga

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Mei 2025 14:02 0 161 Harian Republik

KUKAR – Pemerintah Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu terus memaksimalkan sektor pertanian dan perikanan guna memperkuat perekonomian masyarakat.

Dua sektor ini menjadi fokus utama dalam berbagai program pemberdayaan yang menyasar peningkatan kapasitas di tingkat desa.

Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah desanya telah dimanfaatkan secara optimal untuk sektor tersebut.

“Sekitar 60 persen lahan digunakan untuk perikanan, 30 persen untuk pertanian tanaman pangan seperti padi, dan sisanya 10 persen untuk hortikultura,” ungkapnya, Rabu (21/05/2025).

Pemerintah desa pun menggencarkan pembentukan dan penguatan kelompok tani sebagai ujung tombak pelaksanaan kegiatan.

Kelompok-kelompok ini diberi ruang untuk mengakses berbagai bantuan, pelatihan, hingga pendampingan teknis agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Kelompok tani bisa mengajukan bantuan, mengakses pelatihan, dan mendapat pendampingan teknis. Jadi mereka lebih mudah berkembang,” terang Sarmin.

Tak hanya melibatkan laki-laki, pemberdayaan perempuan juga menjadi perhatian melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) yang aktif mengolah hasil pertanian dan menjalankan usaha rumah tangga.

Menurut Sarmin, keterlibatan KWT turut memperkuat ketahanan pangan dan menambah penghasilan keluarga. Namun di balik potensi besar itu, tantangan tetap ada. Cuaca ekstrem beberapa waktu lalu sempat menimbulkan banjir yang merusak kolam-kolam ikan milik warga.

“Banyak ikan indukan mati dan bibit hanyut akibat luapan air,” lanjutnya.

Menghadapi hal tersebut, pemerintah desa berkoordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Lingkungan Hidup. Tujuannya untuk mencari solusi jangka panjang terhadap bencana yang kerap berulang.

“Kami butuh dukungan teknis dan kebijakan agar dampak bencana tidak terus berulang,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, Desa Ponoragan mengalokasikan minimal 20 persen Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk sektor ketahanan pangan. Sarmin berharap upaya ini didukung penuh oleh semua pihak, termasuk partisipasi aktif masyarakat.

“Pemerintah saja tidak cukup. Harus ada keterlibatan aktif dari masyarakat agar program benar-benar berjalan dan tidak berhenti di tengah jalan,” pungkasnya. (Adv)

LAINNYA