Literasi Suku Basap Masih Jadi Tantangan, Ardiansyah Dorong Perhatian Bersama

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Okt 2026 07:13 0 2 Harian Republik

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menyoroti kondisi literasi masyarakat suku Basap. Ia menyebut, masih ada anak-anak suku Basap yang belum bersekolah dan belum mampu membaca.

Pernyataan itu disampaikan Ardiansyah saat menghadiri Out of the Books dalam rangkaian Gebyar Literasi Kutim 2026.

Ia menceritakan pengalamannya saat beberapa kali melihat langsung kondisi masyarakat Basap di sejumlah wilayah.

“Saya sudah tiga kali melihat mereka dari mana-mana. Ternyata mereka belum bisa baca dan belum sekolah,” ujar Ardiansyah.

Ia menyebut masyarakat Basap berada di sejumlah wilayah Kutim, seperti Bengalon, Kaliorang, Kaubun, Karangan dan Sandaran. Kondisi masyarakatnya juga berbeda di setiap wilayah.

Di Bengalon, Keraitan disebut menjadi desa yang disiapkan untuk relokasi masyarakat Basap.

Sementara di Karangan, masyarakat Basap telah membentuk lembaga adat dan menyiapkan hukum adat yang dapat digunakan dalam kehidupan masyarakat meski belum tertulis.

Ardiansyah mengatakan, masyarakat Basap hingga kini masih banyak yang belum mengalami kemajuan, khususnya dalam hal literasi.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam upaya membangun budaya membaca dan pendidikan.

“Memang suku Basap itu sampai sekarang masih banyak yang belum memiliki kemajuan. Kalau kita boleh menyebutkan secara umum, literasinya betul-betul belum maju,” katanya.

Ia menilai, membangun literasi bukan perkara mudah. Upaya tersebut membutuhkan kebersamaan, termasuk kemauan masyarakat untuk berkembang.

“Membangun literasi itu tidak mudah. Butuh kebersamaan dan memang butuh keinginan untuk lebih maju lagi,” ucapnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA