Listrik Masuk 2027, Pemkab Kutim Dorong Aktivitas Ekonomi Warga Pesisir

waktu baca 2 menit
Rabu, 7 Okt 2026 14:44 0 6 Harian Republik

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mendorong perluasan akses listrik ke tiga desa yang hingga kini belum terlayani secara optimal. Kehadiran jaringan listrik diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi perkembangan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir.

Tiga desa yang ditargetkan masuk dalam realisasi program listrik PLN pada 2027 yakni Pulau Miang di Kecamatan Sangkulirang serta Tanjung Mangkalihat dan Sandaran di Kecamatan Sandaran. Pemerintah daerah bersama PLN masih membahas sejumlah opsi teknis untuk merealisasikan layanan tersebut.

Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mengatakan kebutuhan listrik masyarakat berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari. Di Pulau Miang, misalnya, keterbatasan daya menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan masyarakat karena membatasi penggunaan sejumlah peralatan rumah tangga.

“Masyarakat di sana kan mengeluh juga, tidak mau kalau tidak bisa pasang kulkas dan lain sebagainya. Dengan adanya PLN komunal nanti, maka di sana bisa tambah daya untuk masyarakat,” kata Mahyunadi.

Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, ketersediaan listrik juga dapat menunjang kegiatan usaha masyarakat. Akses energi yang lebih stabil dapat memberikan peluang bagi warga untuk mengembangkan usaha yang membutuhkan peralatan listrik, memperpanjang waktu aktivitas ekonomi, serta mendukung komunikasi dan konektivitas.

Mahyunadi menyebut pemerintah masih menyiapkan pilihan teknis untuk memastikan layanan listrik dapat masuk ke wilayah sasaran. Untuk Tanjung Mangkalihat dan Sandaran, salah satu opsi yang dibahas adalah menarik jaringan dari Teluk Sumbang, Kabupaten Berau, yang telah memiliki jaringan PLN.

“Walaupun jauh, tapi tarik kabel dari Teluk Sumbang. Karena Teluk Sumbang sudah ada listriknya, jadi terdekat ke situ,” katanya.

Pemkab Kutim berharap perluasan listrik dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, termasuk mendukung kebutuhan rumah tangga dan kegiatan ekonomi. Saat ini, tingkat elektrifikasi Kutim disebut telah mencapai 97,87 persen, sehingga tiga desa tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menuntaskan pemerataan akses listrik.(ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA