Lengkapi Dokumen Lahan Clear and Clean, Pemkab Kukar Siapkan Tiga Proyek Investasi Unggulan di MIF 2026

waktu baca 3 menit
Rabu, 21 Okt 2026 20:27 0 3 Harian Republik

KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung transformasi ekonomi Kalimantan Timur. Partisipasi aktif dalam ajang Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 di Fugo Hotel Samarinda, Rabu (21/10/2026), menjadi momentum penting bagi Pemkab Kukar untuk mematangkan konsep penawaran investasi daerah.

Dalam forum bisnis tahunan yang mengusung tema “Trade, Tourism, Investment, and Industry: Enhancing East Kalimantan’s Economic Transformation” tersebut, Pemkab Kukar berfokus pada penyiapan skema Investment Project Ready to Offer (iPRO). Langkah ini diambil untuk memastikan setiap peluang investasi yang ditawarkan memiliki daya tarik kuat dan keamanan legalitas yang terjamin.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Kukar, Muhammad Iriyanto, mengungkapkan bahwa saat ini daerahnya tengah mematangkan tiga proyek potensi investasi unggulan. Tiga sektor tersebut meliputi pengelolaan industri pasir kuarsa, pengembangan serta pengelolaan rumput laut, hingga revitalisasi kawasan pariwisata Pulau Kumala.

Iriyanto menegaskan bahwa keikutsertaan Kukar dalam forum investasi kali ini diposisikan sebagai langkah penyempurnaan dokumen teknis dan studi banding. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh proposal iPRO yang disusun benar-benar matang sebelum dilepas secara resmi ke pasar investasi global maupun nasional.

Proses pematangan iPRO tersebut melipatkan koordinasi intensif antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di lingkungan Pemkab Kukar. Evaluasi dilakukan secara berkala agar tidak ada celah kendala administratif saat investor mulai masuk melakukan penjajakan.

“Nah ternyata kami dalam proses persiapan kali ini lebih fokus kepada penyiapan iPRO. iPRO yang kita gagas itu ada tiga: yang pertama itu terkait pengelolaan pasir kuarsa, kemudian pengelolaan rumput laut, dan yang ketiga itu revitalisasi kawasan wisata Pulau Kumala yang status lahannya itu sudah clear and clean,” ujar Muhammad Iriyanto, Rabu (21/10/2026).

Ia membeberkan bahwa kendala utama yang kerap dijumpai dalam penyusunan proposal investasi daerah adalah kepastian status hukum lahan. Oleh karena itu, Pemkab Kukar saat ini tengah memacu penuntasan data peta titik koordinat dan kepemilikan aset daerah agar statusnya sah secara hukum (clear and clean).

Proses penuntasan dari tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS) menuju iPRO yang siap ditawarkan (ready to offer) ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Hal ini sejalan dengan komitmen bersama yang telah ditandatangani oleh para kepala daerah se-Kaltim dalam forum investasi tingkat provinsi.

“Intinya gini, iPRO yang kita susun itu sudah matang, sudah lengkap datanya, calon investor tuh nggak lagi nanya-nanya. Dia sudah baca semuanya, lengkap, aman, dia langsung join. Nah itu maksudnya,” tegas Iriyanto.

Melalui penyiapan dokumen iPRO yang komprehensif dan matang tersebut, Pemkab Kukar optimistis pada penyelenggaraan forum investasi mendatang daerahnya siap menggelar sesi one-on-one meeting secara langsung dengan para calon investor potensial guna menggerakkan perekonomian daerah.(adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA