
SANGATTA — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur (Kutim) memperkuat kemampuan digital pengurus cabang olahraga (cabor) melalui pelatihan aplikasi, website, dan digitalisasi data atlet. Pelatihan itu menjadi bagian penyesuaian tata kelola olahraga dengan perkembangan teknologi.
Pengurus cabor diharapkan mampu memanfaatkan sistem digital untuk mengelola data atlet, mencatat perkembangan, serta menyimpan rekam prestasi secara lebih sistematis. Dengan begitu, pengelolaan olahraga dinilai lebih tertib dan pembinaan atlet dapat terukur.
Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mengatakan, digitalisasi menjadi bagian penting dalam membangun sistem olahraga yang berkelanjutan. Data yang dikelola baik dapat membantu pengurus melihat perkembangan atlet dan menjadi bahan menentukan pola pembinaan. Ia menilai kemampuan pengurus menggunakan teknologi perlu diperkuat agar digitalisasi tidak hanya menghasilkan aplikasi atau website.
“Digitalisasi jangan hanya berhenti pada pembuatan aplikasi atau website, tetapi harus benar-benar digunakan untuk memantau perkembangan atlet,” ujarnya.
Menurut Mahyunadi, sistem tersebut harus digunakan dalam aktivitas organisasi dan pembinaan atlet sehingga informasi terus diperbarui. Melalui penguatan kapasitas digital, pengurus cabor diharapkan memiliki basis data atlet yang rapi dan mudah diperbarui, mencakup identitas, cabang olahraga, perkembangan kemampuan, hingga rekam prestasi.
KONI Kutim berharap langkah ini memperkuat koordinasi antara pengurus, pelatih, dan atlet. Pengelolaan data yang sistematis diharapkan membuat pembinaan olahraga di Kutim berkelanjutan dan sesuai kebutuhan masing-masing cabor.(ADV)
Tidak ada komentar