Jangan Hanya Perusahaan yang Untung dari Tambang

waktu baca 2 menit
Sabtu, 2 Nov 2024 12:00 0 254 Redaksi Kutim

SANGATTA – Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutim, Poniso Suryo Renggono menyatakan, aktivitas pertambangan menghasilkan pendapatan besar bagi perusahaan dan menjadi penyumbang ekonomi penting dalam pembangunan di Kutai (Kutim).

Namun, jangan hanya mengeruk keuntungan bagi perusahaan semata, seharusnya kegiatan pertambangan di Kutim  bisa berdampak positif bagi masyarakat.

Pernyataan ini ia sampaikan, saat membuka acara Mining Talk & Seminar Izin Usaha Pertambangan 2024 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sabtu (2/11/2024). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Kutim

Menurutnya, industri pertambangan di Kutim dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Terlihat dari bagaimana pendapatan yang dihasilkan dari sektor pertambangan dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” ujar Poniso.

Namun, lanjutnya, perusahaan-perusahaan tambang harus  memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan begitu, sektor ini bisa menjadi pendorong utama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kutim.

Lebih lanjut, Poniso mengingatkan bahwa setiap aktivitas pertambangan di wilayah Kutim harus dilakukan dengan kehati-hatian tinggi. Ia menekankan pentingnya kepatuhan pada aspek sosial dan lingkungan dalam setiap proses kegiatan pertambangan.

Menurutnya, eksplorasi sumber daya alam harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat sekitar. “Selain itu, izin yang dikeluarkan harus mempertimbangkan dampak lingkungan sehingga eksplorasi sumber daya alam tidak merugikan ekosistem dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Poniso berharap, melalui kegiatan ini, para peserta dapat memanfaatkan kesempatan yang ada untuk saling bertukar informasi, berdiskusi, dan memperkuat pemahaman tentang regulasi yang berlaku.

Dengan adanya pemahaman yang baik tentang aspek legal dan teknis, ia yakin kegiatan usaha pertambangan di Kutim dapat berjalan dengan lebih pasti dan sesuai aturan. “Harus memastikan setiap langkah yang kita ambil dalam industri pertambangan tidak hanya membawa manfaat ekonomi, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, keseimbangan antara ekonomi dan keberlanjutan lingkungan merupakan faktor kunci dalam pengelolaan pertambangan di Kutim. Menurutnya, jika dijalankan dengan benar, sektor pertambangan dapat menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat tanpa mengorbankan lingkungan hidup.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA