Hanya Pindahkan Masalah: Abdul Rahim, Desak Dishub Tinjau Ulang SSA, Tanpa Pengawasan Parkir Liar Tetap Marak

waktu baca 2 menit
Senin, 22 Sep 2025 14:25 0 127 Harian Republik

SAMARINDA – Kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) yang diterapkan di Jalan Abdul Hasan kembali memicu kritik keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Para legislator menilai kebijakan ini terkesan sepotong-sepotong dan gagal menyentuh akar persoalan utama yang selama ini menjadi penyebab kemacetan parah di wilayah tersebut.

Abdul Rohim, Anggota Komisi III DPRD Samarinda,menegaskan bahwa fokus utama kemacetan bukanlah pada arus lalu lintas, melainkan pada menjamurnya parkir liar di sepanjang badan jalan. Ia berpendapat, jika masalah parkir ini tidak diselesaikan lebih dahulu, perubahan arus lalu lintas hanya akan memindahkan persoalan ke lokasi lain.

“Kalau hanya mengubah jadi satu arah tanpa menertibkan parkir liar, tentu masalah tidak akan selesai. Justru pro-kontra akan semakin besar,” ujar Rohim, Senin (22/9/2025).

Rohim mengakui perbedaan pendapat di masyarakat adalah konsekuensi wajar dari kebijakan baru. Namun, ia mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) untuk lebih responsif dan terbuka terhadap masukan dan kritik warga agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar efektif dan dapat diterima.

“Kalau ternyata keluhan warga benar-benar terjadi di lapangan dan tidak terakomodasi dalam kajian, Dishub harus mau melakukan penyesuaian. Intinya, kebijakan lalu lintas harus berpihak kepada pengguna jalan,” katanya.

Selain penertiban parkir, Rohim juga menyoroti aspek pengawasan. Ia mengingatkan Dishub untuk memperkuat koordinasi dengan pihak kepolisian. Tanpa adanya pengawasan dan penindakan yang ketat, Rohim memprediksi pelanggaran parkir akan tetap marak, bahkan setelah SSA diberlakukan.

“Tanpa pengawasan yang ketat, kendaraan akan tetap parkir sembarangan meskipun kebijakan SSA sudah diberlakukan,” pungkasnya. (ADV/DPRDSMD/Hd)

LAINNYA