Foto: Kadistanak Kukar, Muhammad TaufikKUKAR – Upaya optimalisasi lahan pertanian di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, terus digenjot Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak). Fokus utama diarahkan pada persoalan distribusi air, karena di wilayah tersebut masih terdapat ketimpangan antara area yang kelebihan dan kekurangan air.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan Desa Rapak Lambur memiliki lahan pertanian yang cukup luas, namun belum seluruhnya bisa dimanfaatkan. “Salah satu hal yang menjadi masalahnya adalah terkait kurangnya ketersediaan air, dan juga kelebihan dari air. Di tempat tersebut, ada yang kelebihan air, dan juga ada yang kekurangan air,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis (26/6/2025).
Taufik menyebut, untuk wilayah yang kekurangan air, pihaknya telah membangun sistem pipanisasi sejak tahun 2023. Sementara untuk area yang sering terendam, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar guna mengendalikan banjir.
“Untuk bagian tempat yang mudah sekali terendam banjir, dalam hal ini menjadi tantangan bagi kami bersama dengan Dinas PU, tentang bagaimana menangani serta mengendalikan banjir yang ada di sana,” paparnya. Ia mengungkapkan pada tahun 2024, Dinas PU telah membangun pintu air besar sebagai salah satu solusi teknis pengaturan air.
“Ada pintu air besar yang telah dibangun oleh Dinas PU di sana pada tahun 2024. Hal ini menjadi salah satu strategi dalam menghadapi genangan air serta pengendalian banjir,” ucapnya. Optimalisasi lahan ini, lanjutnya, bertujuan meningkatkan indeks pertanaman agar petani bisa panen dua hingga tiga kali dalam setahun.
“Harapannya, dengan dukungan yang diberikan tersebut, melalui pipanisasi dan pembangunan pintu air besar, dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan juga hasil panen yang ada di Desa Rapak Lambur,” pungkasnya. (Adv)