Dinsos Kutim Perkuat Data Penerima Bansos Lewat Digitalisasi

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Sep 2026 17:59 0 21 Harian Republik

Sangatta — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memperkuat pendataan penerima bantuan sosial (bansos) melalui sistem digital untuk meningkatkan akurasi data perlindungan sosial di daerah.

Pendataan dilakukan secara bertahap mulai September hingga Desember 2026 dengan melibatkan ketua RT dan relawan sebagai agen pencacah di tingkat masyarakat.

Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito, mengatakan digitalisasi pendataan menjadi bagian dari program perlindungan sosial yang tengah diterapkan Kutim sebagai daerah percontohan.

“Untuk pencacahan di lapangan berlangsung sejak September hingga Desember 2026 dengan target pencapaian minimal hingga 50 persen keberhasilan pendataan,” ujar Ernata.

Menurut dia, ketua RT dan relawan akan dibekali pemahaman teknis sebelum melakukan pencacahan. Mereka akan menggunakan sistem pendataan digital untuk menghimpun informasi masyarakat di wilayah masing-masing.

Kutim menjadi salah satu daerah yang masuk dalam gelombang ketiga pelaksanaan digitalisasi perlindungan sosial bersama 114 kabupaten/kota di Indonesia.

Pelaksanaan program tetap dilakukan meski dukungan anggaran melalui mekanisme e-budgeting belum terealisasi. Dinsos memilih mengoptimalkan sumber daya yang tersedia melalui strategi non-budgeting.

Ernata mengatakan kepemilikan Identitas Kependudukan Digital (IKD) juga menjadi bagian penting dalam mendukung sistem tersebut. Karena itu, Dinsos akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutim untuk mempercepat aktivasi IKD bagi petugas pendata.

“Sehingga kami kemudian memohon dukungan Disdukcapil agar membuka layanan khusus aktivasi IKD bagi para petugas pendata,” ungkapnya.

Ia berharap digitalisasi pendataan dapat menghasilkan basis data penerima bansos yang lebih akurat sehingga pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat dalam menentukan penerima bantuan.

Dengan pembaruan data tersebut, penyaluran bansos diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA