Deni Hakim: Bangunan Liar di Bantaran Sungai Penyebab Utama Banjir Musiman di Samarinda

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Jun 2025 16:07 0 174 Harian Republik

Samarinda – Masalah banjir yang kerap melanda Kota Samarinda kembali menjadi sorotan serius. Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa penyebab utama bukan semata-mata curah hujan tinggi, melainkan keberadaan bangunan ilegal yang melanggar tata ruang, khususnya di sepanjang bantaran sungai.

Pernyataan tersebut disampaikan Deni usai melakukan inspeksi langsung di anak sungai wilayah Kelurahan Sido Damai pada Sabtu (28/6/2025). Dalam kunjungannya, ia menemukan sejumlah bangunan permanen berdiri di atas aliran sungai yang tersumbat, kondisi yang sangat mengkhawatirkan menurutnya.

“Ini bukan lagi soal estetika tata kota. Ini soal keselamatan warga. Bangunan berdiri tepat di atas sungai yang seharusnya menjadi jalur aliran air. Jelas ini pelanggaran berat,” ujar Deni.

Deni menegaskan bahwa peraturan perundang-undangan mengatur jarak sempadan sungai minimal 30 sampai 50 meter dari tepian sungai. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan banyak pelanggaran, dengan warga yang membangun tanpa izin resmi.

Menurutnya, bangunan liar tidak hanya merusak rencana tata kota, tetapi juga memperparah banjir karena menghambat aliran air. Ketika jalur air tersumbat, limpahan air akan mengarah ke permukiman warga.

“Air tidak salah. Yang salah kita, manusia. Kalau sungainya kita tutup, ya air pasti mencari jalan lain. Dan jalan itu adalah rumah-rumah warga,” tambahnya.

Deni mendorong Pemerintah Kota Samarinda agar mengambil sikap lebih tegas dan proaktif dalam menangani pelanggaran tersebut. Ia menyarankan pendekatan persuasif sebagai langkah awal, namun jika tidak diindahkan, penertiban harus segera dilakukan.

“Kalau sudah diberi peringatan dan tetap tidak ada itikad baik, harus ada tindakan tegas. Ini bukan soal suka atau tidak suka, tapi demi keselamatan banyak orang,” tegasnya.

Politikus Gerindra ini juga mengimbau masyarakat agar tidak bersikap individualistis dalam pembangunan. Ia mengingatkan bahwa kesalahan sebagian kecil warga bisa berdampak besar bagi ribuan orang.

“Samarinda ini kota yang rawan banjir. Kita tidak bisa main-main dengan sungai. Kalau tidak dijaga bersama, kita semua yang akan merasakan dampaknya,” pungkasnya.

(ADV/DPRDSmd/Huda)

LAINNYA