Aktivasi IKD Jadi Bagian Penting Perlinsos Digital di Kutim

waktu baca 2 menit
Minggu, 4 Okt 2026 11:33 0 5 Harian Republik

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mendorong masyarakat untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari penerapan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. IKD menjadi salah satu unsur penting dalam proses pendaftaran masyarakat ke dalam sistem tersebut.

Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kutim, Ardyanto, menjelaskan masyarakat dapat mendaftarkan diri secara mandiri apabila telah memiliki IKD. Sementara warga yang belum memiliki IKD tetap dapat mengikuti proses melalui bantuan agen Perlinsos Digital yang ditunjuk di tingkat lingkungan.

“Seorang agen itu harus ke kecamatan atau ke Capil mengaktifkan IKD-nya, percuma jadi agen enggak aktif IKD-nya,” kata Ardyanto.

Menurutnya, keberadaan agen diperlukan untuk membantu memperluas akses masyarakat terhadap sistem digital. Tidak semua warga memiliki kemampuan atau pemahaman yang sama dalam menggunakan aplikasi maupun perangkat digital. Karena itu, agen di tingkat RT diharapkan dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan sistem Perlinsos Digital.

Selain ketua RT, agen juga dapat berasal dari sekretaris RT, bendahara, wakil RT, maupun warga lain yang dinilai mampu menggunakan gawai. Jumlah agen dalam satu RT juga dapat lebih dari satu orang.

Ardyanto menyebut masyarakat yang belum memiliki IKD tidak harus kehilangan kesempatan untuk mengikuti proses pendataan. Mereka dapat dibantu agen yang telah ditunjuk untuk melakukan pendaftaran sesuai mekanisme yang berlaku.

“Boleh dia tidak punya IKD, tapi dia berada di bawah agen itu. Ada agen yang mendaftarkan,” ujarnya.

Pemkab Kutim selanjutnya akan menghimpun nama-nama agen melalui pemerintah desa. Para agen tersebut direncanakan mendapatkan sosialisasi dan pelatihan agar memahami penggunaan sistem serta dapat membantu masyarakat di wilayah masing-masing.

Melalui penguatan IKD dan keberadaan agen, penerapan Perlinsos Digital diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Kutai Timur.(ADV)

LAINNYA