Lepas Ketergantungan Tambang, Kutai Timur Genjot Hilirisasi dan Gasifikasi Metanol di Bengalon

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Okt 2026 10:49 0 1 Harian Republik

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan hilirisasi industri guna mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan mentah. Salah satu langkah strategis yang didorong ialah pengembangan industri gasifikasi batu bara menjadi metanol di Kecamatan Bengalon.

Upaya tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan Kutim pada usia ke-27 tahun, dengan fokus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Berdasarkan data perekonomian daerah, sektor pertambangan dan penggalian masih mendominasi struktur ekonomi Kutim dengan kontribusi sebesar 70,16 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 1,05 persen pada 2025, dengan sektor industri pengolahan menunjukkan pertumbuhan mencapai 19,12 persen.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk memperkuat industri pengolahan dan memperluas keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas, bukan sekadar menghasilkan komoditas mentah.

“Kutai Timur tidak boleh berhenti sebagai daerah penghasil sumber daya alam. Kekayaan tersebut harus diolah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, memperkuat UMKM, serta menggerakkan usaha masyarakat hingga ke desa,” tegas Ardiansyah saat menyampaikan pidato HUT ke-27 Kutim di Sangatta, Senin (12/10/2026).

Melalui pengembangan hilirisasi, Pemkab Kutim berharap terbuka lebih banyak kesempatan kerja, meningkatnya keterampilan tenaga kerja lokal, serta tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Transformasi tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi daerah secara bertahap, sehingga manfaat pengelolaan sumber daya alam dapat dirasakan lebih merata dan mendukung keberlanjutan pembangunan Kutim.(ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA